JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kesejahteraan guru binaannya pada 2026. Program yang diprioritaskan meliputi percepatan sertifikasi, pencairan tunjangan profesi guru (TPG), hingga peningkatan bantuan insentif.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pemerintah menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang sudah berpendidikan strata satu (S1) dalam dua tahun ke depan.
“Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu dua tahun,” kata Nasaruddin saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ia menyebutkan, anggaran sebesar Rp 11,59 triliun telah diproyeksikan agar para guru segera memperoleh sertifikat pendidik dan berhak menerima TPG.
Menurut Nasaruddin, jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan juga meningkat tajam pada 2025.
Jika pada 2024 jumlah peserta tercatat 29.933 guru, maka pada 2025 meningkat menjadi 206.411 guru atau naik sekitar 700 persen.
Selain itu, Kemenag mengusulkan penyesuaian bantuan insentif bagi guru yang belum tersertifikasi dan belum inpassing. Nilainya diusulkan menyesuaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Untuk program tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 12,76 triliun dengan sasaran 467.809 guru.
Saat ini, jumlah guru binaan Kemenag tercatat sebanyak 1.157.050 orang. Dari jumlah itu, 360.632 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN), sedangkan 796.418 lainnya merupakan guru non-ASN.
Mayoritas guru binaan Kemenag mengajar di madrasah dengan jumlah mencapai 655.622 orang.
“Data ini menunjukkan kontribusi guru non-ASN sangat besar. Karena itu, kebijakan ke depan akan fokus pada penguatan status, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan profesionalisme mereka,” ujar Nasaruddin.
Selain kesejahteraan, Kemenag juga terus mengupayakan pengangkatan guru honorer madrasah menjadi calon PPPK.
Nasaruddin mengatakan, koordinasi terus dilakukan dengan Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga DPR terkait usulan formasi tersebut.
Di sisi lain, Kemenag melaporkan progres pencairan TPG guru Pendidikan Agama Islam (PAI) periode Januari-Februari 2026 telah mencapai 87,4 persen per Maret 2026.
Dari total 234.265 guru yang berhak menerima, sebanyak 204.747 guru telah mendapatkan TPG.
Sementara itu, pencairan TPG Madrasah Non-ASN secara nasional disebut sudah mencapai 100 persen, termasuk bagi guru lulusan PPG 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG).
Adapun pencairan TPG Madrasah ASN disebut belum merata di seluruh daerah. Sebagian wilayah telah menyalurkan, sementara daerah lain masih dalam proses.
Nasaruddin menegaskan, Kemenag juga menolak wacana yang ingin mengeluarkan madrasah dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Menurut dia, madrasah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan masa depan pendidikan Indonesia. (Hero)