Kemenag Luncurkan 40 Buku Digital PAI Berbasis AI, Smart PAI Diharapkan Perkuat Pembelajaran Agama di Sekolah

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan 40 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang terintegrasi dengan platform Smart PAI, sebuah ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital pendidikan agama di Indonesia.

Sebanyak 40 buku yang diterbitkan terdiri atas 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB), serta satu buku ajar PAI bagi Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda memperoleh pengetahuan. Karena itu, pendidikan agama perlu beradaptasi agar tetap relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

“Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka,” ujar Nasaruddin saat peluncuran buku digital PAI di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, buku pelajaran kini tidak lagi cukup berfungsi sebagai sumber informasi semata. Materi pembelajaran juga perlu terhubung dengan sistem digital yang interaktif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Platform Smart PAI dikembangkan sebagai layanan pembelajaran berbasis web yang menggabungkan buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga asisten AI.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa seluruh buku yang diluncurkan telah tersedia di dalam platform tersebut sehingga dapat dimanfaatkan oleh guru maupun peserta didik dari berbagai daerah.

Melalui Smart PAI, pengguna dapat membaca dan mengunduh buku digital, mengakses materi pembelajaran, mengerjakan latihan soal, hingga memanfaatkan fitur asisten AI.

Berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, asisten AI Smart PAI hanya menggunakan referensi yang berasal dari 40 buku resmi terbitan Kementerian Agama.

Dengan demikian, jawaban yang diberikan tetap mengacu pada kurikulum nasional dan materi yang telah melalui proses validasi akademik.

Selain mengedepankan digitalisasi, Kemenag juga memasukkan sejumlah program penguatan karakter ke dalam buku-buku tersebut. Salah satunya adalah integrasi program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an peserta didik.

Program tersebut dihadirkan sebagai respons atas hasil asesmen yang menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an masih menjadi tantangan di sejumlah satuan pendidikan.

Tak hanya itu, buku-buku digital tersebut juga memuat Kurikulum Cinta yang menanamkan lima nilai utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Materi pembelajaran juga diperkaya dengan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Amien menegaskan, kehadiran teknologi AI tidak dimaksudkan menggantikan peran guru dalam proses belajar mengajar.

Menurut dia, teknologi dapat membantu penyampaian materi pembelajaran, tetapi pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan tetap menjadi tanggung jawab guru.

Peluncuran Smart PAI beserta 40 buku digital ini diharapkan menjadi tonggak baru transformasi pendidikan agama Islam di Indonesia dengan memadukan teknologi kecerdasan buatan, kurikulum nasional, serta penguatan karakter agar pembelajaran semakin mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.