JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Musik tak lagi hanya hadir melalui lagu dan pertunjukan. Di Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026, sejumlah karya musik diterjemahkan ke dalam ilustrasi, art print, hingga collectible.
Melalui program Special Drop, JICAF mempertemukan musisi dengan ilustrator, animator, komikus, hingga pelaku craft. Kolaborasi tersebut melibatkan idgitaf, Guruh Gipsy, dan Hindia dengan pendekatan visual yang berbeda.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari tema JICAF 2026, “The World We Draw”, yang mengangkat beragam perspektif kreator melalui karya lintas medium.
Salah satu kolaborasi hadir melalui idgitaf dan Replayrepliy. Album Berusaha di Bawah Hujan diterjemahkan ke dalam bentuk visual melalui exclusive illustrated Special Box dan art print series yang hanya tersedia di JICAF 2026.
Ilustrasi tersebut menjadi interpretasi baru terhadap cerita dan atmosfer album yang sebelumnya disampaikan melalui musik dan lirik.
Guruh Gipsy Dihidupkan Kembali lewat Beragam Medium
JICAF 2026 juga menghadirkan Special Drop Tribute: Guruh Gipsy untuk mengenang warisan kreatif Guruh Soekarnoputra.
Album Guruh Gipsy yang dirilis pada 1977 dikenal melalui perpaduan musik modern dengan elemen tradisional Jawa dan Bali. Karya tersebut melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Keenan Nasution, Oding Nasution, Abadi Soesman, Chrisye, dan Roni Harahap.

Dalam program tribute ini, karya Guruh Gipsy diterjemahkan ke berbagai produk, mulai dari perhiasan, apparel, art print, hingga 50th Anniversary Deluxe Edition CD.
Salah satunya adalah Guruh Gipsy x Cahya Pesisir Batik Scarf yang mempertemukan warisan musik dengan medium fashion dan craft.
Dunia “kids” Hindia Berpindah dari Layar ke Koleksi Fisik
Kolaborasi lainnya mempertemukan Hindia dan Pancaran Sinema melalui dunia visual music video “kids”.
Video tersebut menggunakan perpaduan hand-drawn 2D animation, rotoscoping, dan 3D environments. Elemen visualnya kemudian dikembangkan menjadi “kids” Collection di JICAF 2026.
Koleksi tersebut mencakup “kids” MV Flip Book serta “kids” – Hindia x Witchkana Art Print.
Dengan demikian, karakter dan imagery dari music video tidak berhenti sebagai gambar bergerak, tetapi hadir kembali dalam bentuk fisik yang bisa dimiliki dan dikoleksi.
Ilustrasi Juga Bertemu Kuliner dan Komik
Eksplorasi lintas medium di JICAF 2026 tidak hanya berasal dari dunia musik.
Kolaborasi Nugraha Pratama, William Wongso, dan SERO Ceramic melalui SketchRasa menerjemahkan cerita kuliner Nusantara ke dalam ceramic plates.
Sketsa karya Nugraha mengangkat berbagai cerita tentang makanan, masyarakat, tempat, dan tradisi Indonesia. Cerita tersebut kemudian diwujudkan SERO Ceramic dalam sejumlah piring dengan tema seperti Minangkabau Kitchen, Fishermen from Bali, dan Harvesting Sago.
Sementara itu, Oddman & Panda Press membawa ekosistem komik independen melalui karya seperti Hati Nammo karya Bryan Arfiandi.
Karya yang sebelumnya berkembang dari format digital tersebut hadir dalam bentuk komik fisik dan bertemu dengan komunitas pembaca.
Creative Director JICAF Yoga Prathama mengatakan, pertemuan berbagai medium memungkinkan sebuah cerita berkembang melalui bahasa yang berbeda.
“Musik, ilustrasi, animasi, maupun komik punya bahasa masing-masing, dan ketika semuanya bertemu, muncul pengalaman baru bagi audience,” ujar Yoga.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa ilustrasi dapat menjadi titik temu bagi berbagai bentuk creative practice. Musik, animasi, komik, fashion, craft, dan collectible dapat saling terhubung ketika sebuah cerita diterjemahkan ke medium berbeda.
JICAF 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Agora Mall, Jakarta dengan menghadirkan exhibition, collaboration, serta berbagai program yang mempertemukan seniman, brand, komunitas, dan pelaku industri kreatif. (Hero)