YOGYAKARTA, TabloidSeleberita.com – JAFF Market memperluas jejaring industri film Indonesia ke pasar internasional melalui kunjungan strategis ke Toronto, Kanada, pada 10–16 September 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung bersamaan dengan penayangan perdana dunia (world premiere) film Empat Musim Pertiwi atau Four Seasons in Java karya Kamila Andini di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.
Film yang diproduseri Ifa Isfansyah melalui Forka Films itu menjadi satu-satunya film panjang Indonesia yang masuk dalam program Centrepiece TIFF 2026.
Empat Musim Pertiwi dijadwalkan menggelar world premiere pada 13 September 2026 di Scotiabank Theatre Toronto, Cinema 3.
Film tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada pelaku industri melalui cuplikan eksklusif dalam JAFF Market 2025.
Perjalanan Empat Musim Pertiwi dari JAFF Market menuju TIFF menjadi salah satu contoh bagaimana platform industri dapat memperkenalkan proyek film Indonesia kepada jejaring internasional sejak tahap awal.

Perluas Peluang Kolaborasi
Selama berada di Toronto, JAFF Market berdialog dengan sejumlah pelaku industri perfilman internasional, mulai dari lembaga film, perusahaan produksi, sales agent, distributor hingga profesional industri.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama, termasuk co-production, pengembangan dan pembiayaan proyek, distribusi, serta pertukaran pengetahuan.
“Sejak awal, JAFF Market dibangun untuk menjadi jembatan antara potensi industri film Indonesia dan peluang di tingkat internasional,” ujar Market Director JAFF Market Linda Gozali.
Menurut dia, JAFF Market ingin memperluas akses proyek dan pelaku industri Indonesia terhadap jejaring, mitra, serta peluang kolaborasi di pasar global.
Potensi tersebut ditopang oleh besarnya pasar film Indonesia. Berdasarkan Cinepoint H1 2026 Report, film Indonesia mencatat sekitar 83 juta admissions sepanjang 2025.
Pada semester pertama 2026, jumlah kunjungan bioskop nasional mencapai 53,77 juta admissions. Film Indonesia menguasai 71,2 persen pasar atau sekitar 38,3 juta admissions.
Sementara itu, penyelenggaraan JAFF Market pada 2024 dan 2025 disebut menghasilkan estimasi dampak ekonomi kumulatif sekitar Rp166 miliar bagi Yogyakarta dan sektor pendukungnya.
Business Director JAFF Market Sekarini Seruni mengatakan potensi tersebut perlu dibawa ke dalam percakapan industri internasional.
“Kehadiran kami di Toronto bukan hanya untuk memperkenalkan JAFF Market, tetapi juga membangun hubungan yang dapat berkembang menjadi kerja sama konkret,” kata Sekarini.
Bersiap untuk JAFF Market 2026
Kunjungan ke Toronto sekaligus menjadi bagian dari persiapan JAFF Market 2026 yang akan digelar pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank akan menghadirkan sejumlah program industri, antara lain JAFF Future Project, JAFF IP Connection, Producers Exchange, Film Lab, Market Screening, Film Industry Exhibition, serta Film & Market Conference.
Program tersebut dirancang untuk mempertemukan proyek dan kekayaan intelektual dengan produser, studio, investor, pembeli, distributor, institusi, dan profesional industri dari Indonesia maupun mancanegara.
Melalui jejaring yang dibangun di Toronto dan berbagai program di Yogyakarta, JAFF Market menempatkan diri sebagai salah satu ruang penghubung bagi karya dan pelaku industri film Indonesia menuju pasar internasional. (Hero)