Ibadah & Cinta Angkat Kisah Cinta, Konflik Orangtua-Anak, dan Arti Keikhlasan

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Film Ibadah & Cinta resmi menggelar gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Film drama religi ini tidak hanya mengangkat kisah percintaan, tetapi juga hubungan anak dan orangtua, persahabatan, perbedaan generasi, hingga arti kehilangan dan keikhlasan.

Produser film Ibadah & Cinta mengatakan, cerita film tersebut berawal dari keinginannya membuat film dengan latar pesantren.

Ide itu muncul setelah sang produser mengunjungi sebuah pesantren dan merasakan suasana yang teduh. Pada kesempatan tersebut, ia kemudian meminta sebuah skenario yang telah lama ditawarkan kepadanya.

Skenario itu dibacanya hingga selesai dalam satu malam. Ia kemudian merasa cerita tersebut memiliki kedekatan dengan suasana pesantren yang baru dikunjunginya.

“Saya melihat kok ceritanya mirip dengan pesantren yang saya kunjungi. Mungkin ini sudah jodoh,” ujar produser Film Ibadah & Cinta dalam konferensi pers.

Bukan Sekadar Kisah Cinta

Film Ibadah & Cinta mempertemukan karakter dengan latar belakang dan cara pandang yang berbeda.

Santon merupakan perempuan yang tumbuh di lingkungan pesantren dengan pemikiran terbuka.

Sementara Riko digambarkan sebagai sosok yang tumbuh di Australia dengan pola pikir yang lebih modern dan liberal.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu sumber konflik dalam cerita, terutama ketika cinta berhadapan dengan nilai keluarga dan keyakinan.
Namun, film ini tidak hanya berfokus pada hubungan Santon dan Riko.

Produser menyebut terdapat tiga nilai utama yang ingin disampaikan melalui film ini, yakni cinta, kehilangan, dan keikhlasan.

Ketiganya dianggap dekat dengan kehidupan sehari-hari karena setiap orang dapat mengalami pertemuan, perpisahan, hingga kehilangan orang yang dicintai.

Hubungan Ayah dan Anak Jadi Sorotan

Selain kisah cinta, hubungan ayah dan anak menjadi bagian penting dalam Ibadah & Cinta.

Mathias Muchus yang terlibat dalam film ini menilai konflik antara orangtua dan anak tidak selalu muncul karena salah satu pihak benar dan pihak lainnya salah.

Menurut dia, perbedaan generasi membuat orangtua dan anak memiliki cara berbeda dalam melihat kehidupan.

Orangtua cenderung ingin melindungi anak berdasarkan pengalaman mereka. Di sisi lain, anak memiliki keinginan untuk menentukan masa depannya sendiri.

Film ini mencoba memperlihatkan bagaimana kedua perspektif tersebut dapat bertemu tanpa harus saling menyalahkan.

Indah Permatasari dan Achmad Megantara Bicara Cinta

Indah Permatasari yang memerankan Santon melihat karakternya memiliki sejumlah kemiripan dengan dirinya.

Santun digambarkan sebagai perempuan yang berani mempertahankan pilihan dan keyakinannya, termasuk dalam menentukan masa depan.

Menurut Indah, keberanian memilih bukan berarti menjadi anak yang durhaka kepada orangtua. Seorang anak tetap perlu memahami konsekuensi dari keputusan yang diambilnya.

Sementara itu, Achmad Megantara yang memerankan Riko memaknai cinta sebagai sesuatu yang tidak hanya berkaitan dengan pasangan.

Menurut dia, cinta juga mencakup hubungan dengan orangtua, anak, keluarga, hingga orang-orang yang berada di sekitar kita.

Karena itu, mencintai seseorang juga berarti siap menghadapi kemungkinan kehilangan.

Sutradara Ingin Penonton Pulang dengan Makna

Sutradara Jastis Arimba mengatakan, Ibadah & Cinta sejak awal dibuat sebagai drama yang menghibur sekaligus menggugah emosi penonton.

Namun, selama proses produksi, ia justru menemukan makna lain dari cerita tersebut, yakni tentang keikhlasan.

Ia berharap film ini dapat membuat penonton kembali menghargai orang-orang yang masih berada di sekitar mereka.

“Pada akhirnya kehidupan itu soal meninggalkan dan ditinggalkan,” ujar Jastis.

Melalui Ibadah & Cinta, penonton diajak melihat cinta dalam makna yang lebih luas, bukan hanya hubungan antara dua orang, tetapi juga cinta kepada keluarga, orangtua, sahabat, serta orang-orang terdekat.

Film ini diharapkan dapat menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga ruang untuk merefleksikan arti cinta, kehilangan, dan keikhlasan. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.