JAFF Market Hadir di Cannes 2025, Dorong Proyek Film dan IP Indonesia ke Panggung Dunia

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 13 Mei 2025 – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), salah satu festival film paling bergengsi di Asia, kembali hadir di Cannes Film Festival 2025 melalui platform industrinya, JAFF Market. Dalam rangka menyambut edisi ke-20, JAFF Market tampil di Marché du Film dengan membawa sejumlah proyek unggulan dan kolaborasi strategis untuk memperkuat posisi industri film Indonesia di kancah global.

Salah satu sorotan utama adalah film “Pangku”, drama coming-of-age yang berlatar krisis moneter 1998 dan menjadi debut penyutradaraan aktor ternama Reza Rahadian. Setelah diperkenalkan melalui JAFF Future Project 2024 dan memenangkan White Light Post-Production Award, Pangku terpilih tampil dalam program HAF Goes to Cannes, mewakili kekuatan narasi sinema Indonesia.

Selain Pangku, JAFF Market juga memperkenalkan tiga proyek IP unggulan dari JAFF Content Market 2024 dalam program Spotlight Asia – Asian IP Adaptation: Showbox Masterclass & Pitching Session di Marché du Film:

• Locust dari penerbit komik independen Kosmik, dipimpin oleh Sunny Gho, figur penting di dunia komik internasional.
• Bandits of Batavia dari Beyondtopia karya Bryan Valenza, yang dikenal atas kontribusinya dalam komik Venom dan Batman & The Joker.
• Jitu dari Caravan Studio, studio desain milik Chris Lie yang pernah terlibat dalam proyek global seperti Game of Thrones dan Transformers.

Menurut Ifa Isfansyah, Festival Director JAFF dan President Commissioner JAFF Market, “Cannes memberi kami peluang emas untuk menunjukkan potensi industri film Indonesia ke mata dunia.”

JAFF Market juga memperkuat kerja sama internasional lewat berbagai kolaborasi:

• Bersama Netherlands Film Fund, JAFF Market akan menggelar acara networking pada 16 Mei untuk mendukung implementasi perjanjian co-production antara Indonesia dan Belanda.
• Kolaborasi dengan Adelaide Film Festival dalam diskusi dan sesi jejaring di booth Screen Australia pada 18 Mei.
• Menggandeng studio lokal seperti Visinema dan firma investasi Jagartha untuk memperluas akses pendanaan dan distribusi internasional.

Linda Gozali, JAFF Market Director, menyatakan bahwa kehadiran di Cannes ini merupakan langkah strategis dalam mendukung sineas Indonesia dan Asia Tenggara untuk menjangkau pasar global.

Industri film Indonesia sendiri mencatatkan pertumbuhan signifikan, dengan lebih dari 80 juta penonton bioskop dan penguasaan 65% pangsa pasar lokal pada 2024. Edisi kedua JAFF Market akan berlangsung di Yogyakarta pada 29 November – 1 Desember 2025, sebagai bagian dari perayaan 20 tahun JAFF sekaligus dorongan untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.