JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Film petualangan fiksi ilmiah Pelangi di Mars semakin mendekati jadwal tayang Lebaran 2026. Menjelang perilisannya pada 18 Maret 2026, instalasi balon raksasa karakter film tersebut diresmikan di kawasan SCBD Tunnel BEJ, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar. Dalam sambutannya, Irene menyebut kehadiran balon raksasa itu sebagai simbol harapan bagi perkembangan industri film nasional.
Menurut dia, Pelangi di Mars bukan sekadar film hiburan, melainkan wujud kemajuan teknologi dan kreativitas sineas Tanah Air. Film ini memadukan live action dan animasi dengan dukungan teknologi Extended Reality (XR), yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman visual lebih mendalam bagi penonton.
Irene juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor atau hexahelix dalam memajukan ekonomi kreatif. Ia mengapresiasi dukungan dari Artha Graha Peduli bersama kawasan SCBD serta Creative Event Entertainment (CEE) dalam mendukung promosi film tersebut.
Film yang diproduseri Dendi Reynando dan disutradarai Upie Guava itu digarap selama hampir lima tahun. Proses produksinya melibatkan sekitar 300 kreator dari berbagai bidang.
Sejumlah aktor tampil dalam adegan live action, di antaranya Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha sebagai Pratiwi, serta Rio Dewanto sebagai Banyu.
Adapun karakter robot dalam film ini diisi suara oleh sejumlah talenta, seperti Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya.
Dendi mengatakan, kehadiran balon raksasa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Intellectual Property (IP) asli Indonesia kepada publik luas. Ia berharap Pelangi di Mars dapat menjadi tontonan keluarga yang menghadirkan imajinasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak Indonesia.
Sementara itu, Upie Guava menyebut film ini sebagai karya kolaboratif yang dibangun dengan semangat gotong royong. Ia berharap film tersebut dapat menghadirkan dongeng modern yang relevan bagi generasi muda.
Selain meresmikan instalasi balon, Irene juga meninjau Pasar Imlek Gang Depan SCBD yang menghadirkan 25 booth kuliner bernuansa budaya Tionghoa. Kegiatan tersebut diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Film produksi Mahakarya Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026 dan akan meramaikan momen Lebaran tahun ini. (Hero)