JAKARTA, TabloidSeleberita.com — Festival Film Horor (FFH) edisi ke-6 kembali mengumumkan daftar film dan insan perfilman horor terbaik periode April 2026. Dalam ajang yang rutin digelar setiap tanggal 13 itu, film Para Perasuk terpilih sebagai film horor terbaik bulan ini.
Sementara itu, penyanyi sekaligus aktris Anggun C Sasmi dan komedian Aming masing-masing terpilih sebagai pemeran wanita dan pria terbaik lewat penampilan mereka di genre horor.
Ketua Dewan Juri FFH, Ismail, mengatakan pemilihan dilakukan melalui proses penilaian panjang berdasarkan sejumlah aspek penting dalam film horor, mulai dari kekuatan cerita, atmosfer, hingga identitas budaya yang ditampilkan.
Menurut dia, Para Perasuk dinilai memiliki kekuatan pada unsur budaya lokal yang terasa kuat sepanjang cerita.
“Film ini terasa sangat Indonesia. Unsur budaya yang diangkat begitu kuat dibanding film lain yang tayang bulan ini,” ujar Ismail dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5/2026).
Selama April 2026, sejumlah film horor turut meramaikan bioskop nasional, seperti Aku Harus Mati, Ghost in The Cell, Warung Pocong, Tiba-Tiba Setan, hingga Para Perasuk.
Meski Ghost in The Cell disebut sempat menjadi kandidat kuat karena kualitas produksinya yang dinilai bertaraf internasional, dewan juri menilai film tersebut belum menghadirkan identitas budaya Indonesia secara mendalam.
Penampilan Anggun C Sasmi dalam Para Perasuk juga menjadi perhatian dewan juri.
Anggun dinilai berhasil keluar dari citranya sebagai diva musik dan tampil meyakinkan sebagai sosok guru para perasuk yang misterius.
“Penonton dibuat lupa bahwa itu Anggun sang diva. Karakternya benar-benar hidup,” kata Ismail.
Di sisi lain, Aming mendapat apresiasi lewat aktingnya dalam Ghost in The Cell. Selama ini dikenal lewat karakter komedi, Aming dinilai tampil berbeda sebagai tokoh kriminal di dalam penjara.
Karakter bernama “Tokek” yang diperankannya disebut mampu menghadirkan kesan menyeramkan bagi penonton.
FFH edisi kali ini juga menetapkan Joko Anwar sebagai sutradara terbaik. Sementara penghargaan Director of Photography (DoP) diberikan kepada Indra Suryadi atas penggarapan visual film The Bell: Panggilan untuk Mati.
Menurut dewan juri, tata gambar dalam film tersebut berhasil membangun suasana mencekam sekaligus menjaga ketegangan cerita.
Selain memberikan apresiasi terhadap film horor, FFH turut menyoroti film Allegory of a Woman yang mengangkat isu kekerasan digital dan revenge porn terhadap perempuan.
Film tersebut mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Sania yang menjadi korban penyebaran konten pribadi oleh kekasihnya sendiri. Saat mencoba mencari keadilan, ia justru menghadapi tekanan sosial dan sistem hukum yang dinilai belum berpihak kepada korban.
Narasumber FFH, Salwa, mengatakan Allegory of a Woman juga mendapat perhatian di sejumlah festival internasional.
Film itu masuk nominasi dan diputar dalam Borderless Film Festival di Boston University College of Communication, Amerika Serikat. Selain itu, film tersebut juga tayang di festival film Outloud di Dallas, Texas.
Menutup keterangannya, Ismail berharap FFH dapat terus menjadi ruang apresiasi sekaligus referensi bagi sineas Indonesia untuk menghadirkan film horor berkualitas dengan karakter lokal yang kuat. (Andi)