TabloidSeleberita – Jakarta, 20 Agustus 2025 – Trailer dan poster resmi film horor terbaru garapan Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial, akhirnya dirilis. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 September 2025, menghadirkan teror baru dari mitos kuno Bahu Laweyan yang jarang sekali diangkat ke layar lebar.
Trailer memperlihatkan sosok Mirah (Raihaanun), seorang perempuan yang harus menanggung kutukan mengerikan. Hidupnya terus dihantui oleh masa lalu, hingga masyarakat menganggapnya sebagai pembawa sial. Ketegangan semakin memuncak ketika suaminya terbunuh secara tragis setelah menyaksikan penampakan menyeramkan: delman dengan kusir tanpa kepala dan kain laweyan yang menari di kegelapan malam.
Dengan balutan horor mencekam sekaligus sarat makna budaya, film ini menawarkan lebih dari sekadar jumpscare. Ia menggali sisi kelam mitos Indonesia yang penuh simbolisme dan filosofi.

Kembali ke genre horor setelah sukses dengan Inang (2022), sutradara Fajar Nugros menegaskan ingin menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga otentik Indonesia.
“Indonesia memiliki banyak sekali mitos dan cerita rakyat yang unik. Melalui Perempuan Pembawa Sial, saya ingin memperkenalkan budaya tradisional kita ke penonton modern dengan cara yang tetap mencekam,” ungkap Fajar.
Eksekutif produser Winston Utomo menambahkan bahwa Perempuan Pembawa Sial hadir berbeda karena mengakar kuat pada budaya Indonesia.
“Bahu Laweyan adalah mitos yang unik, jarang sekali terdengar, tetapi menyimpan filosofi mendalam. Kami ingin memperlihatkan bagaimana budaya ini bisa menjadi sarana horor yang otentik sekaligus relevan bagi penonton masa kini,” jelas Winston.
Sementara itu, Raihaanun yang berperan sebagai Mirah mengaku tantangan terbesar adalah membawakan karakter penuh penderitaan dan stigma sosial.
“Mirah adalah perempuan yang berjuang melawan cap buruk masyarakat. Itu terasa sangat dekat dengan kenyataan di sekitar kita. Melalui peran ini saya belajar memahami bagaimana perempuan sering kali menjadi korban dari label tidak adil,” tuturnya.
Dengan perpaduan mitos kuno, horor otentik, dan catatan sosial yang tajam, Perempuan Pembawa Sial menjanjikan pengalaman berbeda: sebuah perjalanan menembus batas ketakutan dan prasangka. Pertanyaan pun muncul: apakah Bahu Laweyan sekadar legenda, atau justru kutukan itu masih hidup dan menunggu korban berikutnya?
Jangan lewatkan Perempuan Pembawa Sial di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 September 2025. (Hero)