JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Film horor Indonesia kembali mengangkat cerita yang berakar dari budaya Nusantara.
Kali ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan membawa kisah tentang suanggi yang dikenal masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia Timur ke layar lebar.
Film produksi Mutiara Films dan Subtube Studio ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.
Tidak seperti film horor yang banyak mengadaptasi mitos atau legenda dari Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan mencoba memperkenalkan cerita yang berkembang di Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sejumlah daerah lainnya.
Angkat cerita suanggi dari Indonesia Timur
Sutradara Suanggi: Ilmu Kutukan, Dom Dharmo, mengatakan ide film tersebut berangkat dari kekayaan cerita rakyat Indonesia Timur yang masih hidup di tengah masyarakat.
Menurut Dom, cerita mengenai suanggi memiliki beragam versi di setiap daerah.

Ada masyarakat yang menggambarkan suanggi sebagai manusia dengan ilmu tertentu, sosok orang tua, hingga penampakan dalam bentuk mata merah atau bola api.
Cerita tersebut kemudian dikembangkan menjadi film fiksi dengan tetap memasukkan unsur budaya lokal.
“Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif,” kata Dom Dharmo.
Ia berharap film tersebut dapat memperkenalkan cerita dari Indonesia Timur kepada penonton di berbagai daerah.
Dom juga mengatakan cerita yang dibangun dalam film tidak hanya berfokus pada unsur horor, tetapi turut membahas keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia.
Suanggi bukan sekadar sosok jahat
Produser Suanggi: Ilmu Kutukan, Bona Pascal, menjelaskan bahwa konsep suanggi yang diangkat dalam film tidak sesederhana sosok makhluk jahat.
Dalam cerita yang menjadi inspirasi film, suanggi berkaitan dengan ilmu yang diwariskan secara turun-temurun.
Ilmu tersebut pada awalnya tidak selalu digunakan untuk tujuan buruk.
“Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan,” ujar Bona.
Karena itu, film ini menggunakan judul Suanggi: Ilmu Kutukan untuk menggambarkan konsekuensi ketika sebuah kekuatan digunakan secara tidak semestinya.
Bona menilai cerita tersebut menarik untuk diperkenalkan secara lebih luas karena istilah suanggi sudah sangat dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia Timur.
“Ini merupakan cerita yang diteruskan dari generasi ke generasi, dari mulut ke mulut,” katanya.
Menurut dia, film tersebut diharapkan ikut menjaga keberadaan cerita budaya Indonesia Timur agar tidak hilang.
Carissa Perusset belajar budaya Papua
Aktris Carissa Perusset menjadi salah satu pemeran utama dalam film ini.
Ia memerankan karakter Gia, kekasih Beni yang dimainkan Pangeran Lantang.
Carissa mengaku mendapat tantangan tersendiri ketika harus memerankan karakter yang berada di lingkungan budaya berbeda.
Untuk mempersiapkan perannya, ia mendapat pendampingan dari coach serta rekan-rekan pemain yang berasal dari Papua.
“Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman cast dari Papua,” ujar Carissa.
Menurut Carissa, terdapat kemiripan antara dirinya dan karakter Gia yang cenderung introvert.
Namun, ia tetap harus melakukan eksplorasi untuk memahami karakter dan latar cerita yang dihadapi Gia.
Iwa K dalami karakter Aroba
Iwa K dipercaya memerankan Aroba, karakter yang memiliki hubungan erat dengan konflik utama dalam film.
Ia mengaku harus melakukan observasi untuk memahami karakter sekaligus mempelajari intonasi dan dialek yang sesuai dengan latar Indonesia Timur.
Proses tersebut dilakukan bersama coach Bobi dan para pemain lain.
“Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru,” ujar Iwa K.
Dalam film, Aroba merupakan sosok suanggi yang menggunakan kekuatannya untuk meneror keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum.
John Yewen alami pengalaman mistis
Komedian asal Papua, John Yewen, juga ikut bermain dalam Suanggi: Ilmu Kutukan.
Ia memerankan karakter Bapa John.
Yewen mengaku peran tersebut menjadi pengalaman tersendiri baginya. Pasalnya, karakter pastor yang ia mainkan berkaitan dengan cita-cita yang dahulu diharapkan sang ibu.
Selain tantangan dalam berakting, Yewen juga mengaku mengalami pengalaman mistis ketika mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams, pemeran Reynold.
Sinopsis Suanggi: Ilmu Kutukan
Film ini mengisahkan Beni (Pangeran Lantang), pria yang terlilit utang ratusan juta rupiah.
Setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman, Beni kembali ke Pulau Kladum bersama kekasihnya, Gia (Carissa Perusset).
Beni mengatakan kepulangannya bertujuan untuk menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin (Dayu Wijanto), yang sedang sakit keras.
Namun, alasan tersebut ternyata hanya kedok.
Beni sebenarnya berniat mengambil harta tersembunyi keluarganya untuk membayar utang.
Kepulangannya justru membuka kembali persoalan masa lalu.
Beni kemudian diteror Aroba (Iwa K), seorang suanggi yang mengirim serangan berupa lalat untuk mengincar keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum.
Di tengah teror tersebut, rahasia kelam yang selama ini disimpan Beni perlahan terungkap.
Beni akhirnya harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni ancaman supranatural dan konsekuensi dari masa lalunya.
Daftar pemain Suanggi: Ilmu Kutukan
Selain Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, dan Dayu Wijanto, film ini turut dibintangi Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, serta Hendra Louis “Botak Bicara”.
Suanggi: Ilmu Kutukan disutradarai Dom Dharmo dan ditulis Baskoro Adi Wuryanto.
Film bergenre drama dan horor ini diproduseri Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto.
Sementara itu, Ernes Yauwalata dan Adrian Sugiono bertindak sebagai executive producer.
Dengan menggabungkan horor, drama, dan budaya lokal, Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 10 September 2026. ( Hero)