TabloidSeleberita – Jakarta, 24 Desember 2024 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik 19 pejabat tinggi pratama, 39 pejabat administrasi, dan sejumlah pejabat pengawas di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf). Acara ini berlangsung di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, Menekraf Teuku Riefky menegaskan pentingnya prinsip pelayanan publik sebagai landasan kerja para pejabat yang dilantik. “Sebagai kementerian sekaligus badan, tugas kita bukan hanya merancang kebijakan, tetapi memastikan kebijakan tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ucap Riefky.
Menekraf menyebut ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang membutuhkan upaya maksimal untuk mengatasi berbagai tantangan. Rintangan yang menjadi fokus Kemenekraf/Bekraf mencakup:
• Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan pengembangan produk ekraf.
• Teknologi dan infrastruktur yang mendukung inovasi.
• Regulasi dan kelembagaan yang adaptif.
• Pemasaran dan fasilitasi pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Riefky juga mengajak para pejabat yang dilantik untuk mengubah tantangan menjadi peluang guna mendorong peningkatan investasi, ekspor, serapan tenaga kerja, dan nilai tambah ekonomi nasional.

Dalam pidatonya, Menekraf menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan ekonomi kreatif. “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Namun, jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama,” ungkapnya.
Pelantikan ini turut dihadiri Wamenekraf/Wakabekraf Irene Umar, Plt. Sesmenekraf/Sestama Bekraf Dessy Ruhati, serta sejumlah pelaksana tugas pejabat tinggi madya Kemenekraf/Bekraf.
Dengan pelantikan ini, Kemenekraf/Bekraf berharap dapat memperkuat kontribusi ekonomi kreatif sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Pelantikan pejabat baru ini menjadi langkah strategis dalam memastikan visi dan misi Kemenekraf/Bekraf terwujud, menjadikan ekonomi kreatif Indonesia sebagai kekuatan utama di tingkat nasional dan global.
(Hero)