JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Film horor komedi fantasi “Ghost Buzzer” mendapat dukungan dari Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto. Film yang menyasar penonton keluarga ini dinilai menghadirkan konsep horor berbeda karena tidak mengandalkan adegan menakutkan berlebihan.
Menjelang Hari Anak Nasional (HAN) 2026, “Ghost Buzzer” menjadi salah satu film anak yang hadir dengan membawa cerita petualangan empat sahabat dalam mengungkap berbagai misteri dunia gaib.
Film produksi M8 Pictures tersebut telah memperoleh Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) kategori SU (Semua Umur) untuk materi poster dan trailer. Dukungan itu disampaikan setelah acara nonton bersama yang digelar pada Rabu (17/6/2026).
Kak Seto menilai “Ghost Buzzer” mampu memperkenalkan tema dunia gaib kepada anak-anak dengan cara yang lebih positif dan tidak menimbulkan ketakutan.
“Dunia gaib sepatutnya dikenalkan sejak dini agar tidak terkesan menakut-nakuti. Yang terpenting adalah anak-anak tidak takut berlebihan, melainkan memahami nilai keberanian dan tetap memiliki rasa hormat,” ujar Kak Seto.
Kisah empat sahabat pecahkan misteri
“Ghost Buzzer” mengisahkan petualangan empat anak, yaitu Udin (Rafael Fernando), Nizam (Nevan Atallah), Raka (Claudio Alexandre), dan Chacha (Charissa Putri).
Keempat sahabat tersebut memiliki ketertarikan terhadap fenomena misteri. Mereka kemudian membuat alat pendeteksi hantu sederhana untuk membantu mengungkap berbagai kejadian yang berkaitan dengan makhluk astral.
Petualangan mereka semakin berkembang ketika berhadapan dengan berbagai karakter hantu dan menemukan arwah seorang anak yang terjebak di alam gaib. Mereka pun berusaha membantu arwah tersebut melalui misi yang penuh tantangan.
Film ini digarap oleh Aditya Gumay dari Sanggar Ananda bersama Ko Amirullah dari M8 Pictures, dengan arahan sutradara Kak Agus dan Kak Amir Gumay.
Hadirkan horor tanpa jumpscare berlebihan
Executive Producer M8 Pictures, Ko Amirullah, mengatakan “Ghost Buzzer” sengaja dibuat sebagai film horor keluarga yang berbeda dari kebanyakan film bergenre serupa.
“Ghost Buzzer tidak mengandalkan adegan jumpscare yang berlebihan. Film ini lebih menonjolkan unsur petualangan, fantasi, dan misteri yang tetap seru untuk anak-anak maupun keluarga,” kata Ko Amirullah.
Selain unsur horor dan komedi, film ini juga menyisipkan pesan moral mengenai persahabatan, keberanian, kerja sama, dan empati.
Menurut Ko Amirullah, humor ringan yang menjadi bagian dari cerita diharapkan dapat membuat film ini lebih mudah diterima oleh penonton muda.
Tayang saat momentum Hari Anak Nasional
“Ghost Buzzer” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis (16/7/2026). Film ini diharapkan menjadi salah satu pilihan hiburan keluarga bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional 2026.
Melalui pendekatan horor fantasi yang lebih ramah anak, “Ghost Buzzer” mencoba menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif bagi keluarga Indonesia. (Hero)