Padi Reborn Rilis Film Konser Dua Delapan, Panggung 360 Derajat Hadir Lebih Imersif di Layar Bioskop

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Grup band Padi Reborn menghadirkan pengalaman baru bagi penggemarnya dengan merilis versi sinematik dari Konser Dua Delapan. Dokumentasi konser yang sebelumnya digelar pada 31 Januari 2026 itu dikemas dalam format film konser yang mengutamakan kualitas audio dan visual untuk layar bioskop.

Peluncuran film konser tersebut dilakukan melalui acara Exclusive Limited Screening Konser Dua Delapan Padi Reborn di Studio 1 XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Film konser ini menjadi bagian dari langkah Padi Reborn untuk memperluas jangkauan penonton. Setelah pemutaran perdana, manajemen membuka peluang penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah bekerja sama dengan promotor maupun penyelenggara acara.

Tak hanya memperkenalkan film konser, Padi Reborn juga merilis video lirik lagu “Punah”, single ketiga dari album Dua Delapan setelah “Ego” dan “Haru Biru”. Band tersebut sekaligus memberi sinyal mengenai persiapan konser perayaan 30 tahun yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Panggung 360 Derajat Jadi Identitas Konser

Salah satu daya tarik Konser Dua Delapan adalah penggunaan konsep panggung 360 derajat yang memungkinkan penonton menikmati pertunjukan dari seluruh sisi arena.

Konsep tersebut dipadukan dengan teknologi kinesis yang menggerakkan panel LED secara dinamis serta sistem hidrolik yang memungkinkan perubahan bentuk dan ketinggian panggung selama konser berlangsung.

Dalam versi sinematik, seluruh elemen visual itu direkam menggunakan pendekatan perfilman agar kemegahan pertunjukan tetap terasa ketika disaksikan melalui layar bioskop.

Proses Produksi Tak Sekadar Merekam Konser

Menghadirkan konser ke layar lebar membutuhkan proses produksi yang jauh lebih kompleks dibanding dokumentasi pertunjukan biasa.

Dari sisi gambar, proses penyuntingan dilakukan menggunakan rekaman dari berbagai sudut kamera untuk mempertahankan perspektif panggung 360 derajat. Setiap perpindahan gambar disusun agar penonton tetap merasakan dinamika pertunjukan layaknya berada langsung di lokasi konser.

Sementara dari sisi audio, seluruh instrumen direkam secara terpisah melalui sistem multitrack recording. Teknik ini memungkinkan setiap elemen musik, mulai dari vokal, gitar, bass, drum hingga suara penonton, diproses secara individual sebelum digabungkan kembali.

Tahapan berikutnya adalah proses mixing untuk menghasilkan tonal balance atau keseimbangan karakter suara. Frekuensi rendah, menengah, dan tinggi diatur agar tidak saling bertabrakan sehingga setiap instrumen tetap terdengar jelas tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Selain itu, tim produksi mempertahankan unsur ambience dari lokasi konser, termasuk gema ruangan, tepuk tangan, hingga nyanyian penonton. Unsur tersebut dipadukan dengan sistem tata suara Dolby sehingga menciptakan kesan ruang yang lebih natural.

Melalui proses tersebut, reproduksi suara dan gambar tidak hanya terdengar jernih, tetapi juga mampu menghadirkan sensasi seolah penonton sedang menyaksikan konser secara langsung di dalam arena.

Film konser ini menjadi salah satu proyek yang dipersiapkan Padi Reborn menjelang perayaan 30 tahun perjalanan mereka di industri musik Indonesia pada 2027. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.