Efek Rumah Kaca, Voice of Baceprot, Barasuara, dan Musisi Indonesia Lainnya Suarakan Isu Lingkungan di sonic/panic Jakarta
TabloidSeleberita – Jakarta, 25 Februari 2025 — Sonic/panic Jakarta resmi digelar di M Bloc Space, menghadirkan perpaduan unik antara musik dan aksi nyata untuk menyuarakan krisis lingkungan. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara IKLIM (The Indonesian Climate Communications, Arts & Music Lab) dan M Bloc Entertainment, dengan tema utama “Hutan Punah, Kota Musnah.” Lebih dari 500 penonton hadir untuk mendukung gerakan ini.
Beberapa musisi terkemuka yang tampil termasuk Efek Rumah Kaca ft. Adrian Yunan, Voice of Baceprot, Barasuara, Petra Sihombing, Endah N Rhesa, Navicula, REP & Tuantigabelas, Matter Mos, Made Mawut, dan Bachoxs. Tidak hanya menghibur, mereka juga menyuarakan keresahan terhadap krisis iklim dan isu sosial-politik yang tengah mengemuka di Indonesia.
Acara ini tidak hanya menjadi panggung bagi aksi musik, tetapi juga medium penyampaian pesan sosial yang kuat. Isu pembatasan kebebasan berekspresi yang kian nyata di Indonesia menjadi perhatian utama para musisi. Dengan menggunakan lagu-lagu mereka, para artis menyuarakan solidaritas dan perlawanan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Salah satu momen spesial datang dari Efek Rumah Kaca yang tampil bersama mantan personel mereka, Adrian Yunan, dalam sebuah reuni emosional. Kolaborasi lintas musisi juga menghiasi panggung, termasuk penampilan bareng Robi Navicula, Iga Massardi (Barasuara), Petra Sihombing, hingga Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa.
Dalam refleksinya, Iga Massardi berbagi tentang bagaimana keterlibatannya di acara ini menginspirasi proses kreatifnya, “Saya semakin terdorong untuk membahas isu-isu nyata yang berdampak besar dalam karya musik saya. Setiap hal yang kita konsumsi memiliki efek terhadap lingkungan, dan saya kini lebih berhati-hati dalam memilih produk yang saya gunakan.”
Sonic/panic Jakarta tidak hanya fokus pada musik, tetapi juga praktik ramah lingkungan. Acara ini menyediakan water refill station untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Makanan dan minuman disajikan dalam wadah yang dapat didaur ulang, dengan peralatan makan yang dapat digunakan kembali. Bahkan, gelang panitia dibuat dari kain perca sebagai bentuk komitmen terhadap pengurangan limbah.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa industri musik dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi acara serupa di masa depan.
Acara ini juga menjadi ajang promosi album kompilasi sonic/panic dan sonic/panic Vol. 2. Melibatkan 28 musisi dari berbagai genre, album ini menyuarakan keprihatinan dan harapan terhadap masa depan bumi. Setelah sebelumnya tampil di IKLIM Fest di Bali serta melakukan roadshow di Yogyakarta dan Malang, kini pesan tersebut diperkuat di Jakarta.
Album ini bisa didengarkan di berbagai platform musik digital, menghadirkan semangat perjuangan yang tak berhenti di satu panggung saja. Melalui musik, gerakan ini berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk turut berkontribusi dalam menghadapi krisis iklim global.
#IndonesiaGelap #sonicpanic #IKLIMFest #EfekRumahKaca #VoiceOfBaceprot #Barasuara #PetraSihombing #IsuLingkungan
(Hero)