Black Langues Debut dengan “Happy”, Suarakan Kepedulian terhadap Kesehatan Mental Anak Muda

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Band pendatang baru asal Yogyakarta, Black Langues, resmi memperkenalkan warna musik mereka melalui single debut berjudul Happy. Lagu tersebut menjadi langkah awal grup yang dibentuk pada Agustus 2025 itu untuk memasuki industri musik sekaligus menyampaikan pesan sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Di balik judulnya yang terdengar ceria, Happy justru mengangkat tema yang cukup serius, yakni kesehatan mental dan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Lagu ini lahir dari kegelisahan sang vokalis dan gitaris, Michael Aaron Donisputro, terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak muda saat ini, termasuk meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan remaja.

Menurut Aaron, Happy mengajak pendengar melihat bahwa kehidupan memiliki banyak sisi yang layak diperjuangkan dan bahwa mengakhiri hidup bukanlah jalan keluar dari setiap persoalan.

Black Langues sendiri dibentuk sebagai ruang eksplorasi musikal yang tidak ingin dibatasi oleh genre tertentu. Nama “Langues” diambil dari istilah linguistik yang merujuk pada sistem bahasa sebagai sarana manusia mengekspresikan gagasan dan pemikiran.

Filosofi tersebut kemudian menjadi landasan band dalam menciptakan karya-karya yang bebas dan eksploratif.

Selain Aaron, Black Langues diperkuat oleh Valentino Austin Donisputro sebagai drummer dan Muhammad Haidar pada posisi bass.

Ketiganya memilih membangun karakter musik berdasarkan eksplorasi suara masing-masing dibanding mengikuti referensi dari satu aliran musik tertentu.

Proses penciptaan Happy bermula dari sebuah riff gitar sederhana yang direkam Aaron. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi komposisi utuh melalui proses yang berlangsung secara alami. Dalam tahap produksi, Aaron bahkan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyempurnakan detail mixing demi mendapatkan hasil yang sesuai dengan konsep yang diinginkannya.

Secara musikal, Black Langues menggambarkan karakter musik mereka sebagai sesuatu yang mentah, jujur, tetapi tetap memiliki sentuhan modern. Mereka meyakini bahwa musik tidak harus selalu dikategorikan dalam batasan genre tertentu karena setiap bunyi memiliki peluang untuk berkembang menjadi identitas baru.

Melalui Happy, Black Langues berharap dapat mendorong pendengar untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.

Mereka ingin mengingatkan bahwa setiap individu memiliki cerita dan perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.

Tak hanya merilis lagu, Black Langues juga terlibat dalam kampanye kepedulian terhadap kesehatan mental. Dalam peluncuran Happy, Rumah Jawa Apik Creative House bersama AIDE Consultant Indonesia menghadirkan program konseling “Pay As You Wish” yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta. Program tersebut memungkinkan peserta memperoleh layanan konsultasi psikologis dengan biaya sukarela.

Ke depan, Black Langues telah menyiapkan album perdana bertajuk Reset yang akan menjadi kelanjutan dari perjalanan musikal mereka. Band ini juga berencana memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk menjangkau generasi muda dan memperkenalkan karakter musik yang mereka usung.

Melalui single Happy, Black Langues tidak hanya memperkenalkan identitas bermusik mereka, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya empati, kepedulian, dan ruang aman bagi anak muda untuk berbagi cerita serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.