TabloidSeleberita.com – JAKARTA, 15 Januari 2026 — Musisi solo Widhi Lamong kembali merilis karya baru berjudul “Kongkalikong”. Melalui lagu ini, Widhi menyampaikan kritik sosial terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dinilai masih marak terjadi di Indonesia.
Dibalut aransemen pop rock, “Kongkalikong” menyoroti berbagai persoalan dalam dunia politik dan kekuasaan, mulai dari persengkokolan elite, politik uang, hingga pencitraan pejabat yang dianggap menjauh dari kepentingan masyarakat. Widhi menyampaikan pesan tersebut lewat lirik yang lugas dan mudah dipahami.
Widhi Lamong, yang memiliki nama lengkap Suharjanto Widhi, lahir di Lamongan pada 2 Mei 1979. Ia mulai menekuni musik sejak duduk di bangku SMP sebagai vokalis band sekolah. Ketika melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR) Surabaya, Widhi mendirikan Metal Jowo Band, yang sempat dikenal di lingkungan musik Surabaya.

Seiring waktu, aktivitas band tersebut terhenti karena kesibukan masing-masing personel dan jarak tempat kerja. Widhi kemudian memilih jalur solo untuk tetap berkarya sekaligus memperluas ruang ekspresi bermusik.
Hingga kini, Widhi Lamong telah menciptakan sekitar 100 lagu. Beberapa karya yang pernah dirilis di antaranya album “Jaman Edan” bersama Metal Jowo Band pada 1995, album solo “Beda Rasa Beda Telinga” (2005), serta album kaset dan VCD “Revolusi Indonesia” (2010). Dalam beberapa tahun terakhir, ia lebih aktif merilis karya dalam format single.
Menurut Widhi, lagu “Kongkalikong” berangkat dari kegelisahan pribadinya terhadap kondisi politik Indonesia saat ini. Ia melihat masih banyak praktik kerja sama gelap antara penguasa, pengusaha, dan aktor politik demi kepentingan kelompok tertentu.
Pengalaman Widhi sebagai aktivis sejak masa kuliah, termasuk keterlibatannya dalam gerakan reformasi, turut memengaruhi tema-tema lagu yang ia tulis. Hingga kini, Widhi juga aktif di berbagai bidang, mulai dari sosial, politik, seni budaya, hingga pengembangan UMKM.
Meski usianya tak lagi muda, Widhi tetap optimistis bermusik. Ia berharap lagu-lagunya bisa diterima oleh berbagai kalangan usia, sebagaimana sosok Mbah Surip yang dikenal luas di usia matang.
Untuk memperkenalkan “Kongkalikong” ke publik, Widhi Lamong melakukan promosi melalui sejumlah radio di berbagai daerah serta tampil di beberapa program televisi. Karya-karyanya kini dapat diakses melalui berbagai platform musik digital dan kanal YouTube dengan nama Widhi Lamong.
Melalui rilisan terbarunya ini, Widhi berharap musik dapat menjadi medium refleksi sosial sekaligus mendorong tumbuhnya apresiasi terhadap karya musisi Indonesia. (Hero)