“Trio Kuda Tebar Teror ‘Thrash Blues’: Album Perdana yang Guncang Blues Rock dan Thrash Metal Indonesia”

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 8 November 2025 – Unit musik eksperimental asal Ibu Kota, Trio Kuda, resmi merilis album penuh pertama mereka yang diberi judul Thrash Blues pada Jumat, 7 November 2025, di bawah label Blues One Records. Album ini menjadi penanda penting bagi trio yang digawangi Anov Blues One, Reza Arfandy, dan Sastra Cipta Abyad—tiga musisi yang konsisten menolak aturan baku dalam industri musik arus utama.

Album Thrash Blues berisi tujuh lagu penuh energi: “Welcome”, “Sikat!”, “Killing Zone”, “Stay Alive”, “Satisfaction”, “Surga Atau Neraka”, dan “Setitik Cahaya”. Dari seluruh materi, lagu “Setitik Cahaya” dipilih sebagai fokus utama karena dianggap paling merepresentasikan semangat musikal dan sikap artistik Trio Kuda.

Album ini bukan hanya musik, tapi pernyataan sikap. Kami ingin jujur pada diri sendiri, bukan pada standar industri,” tegas Reza Arfandy, vokalis sekaligus gitaris rhythm-bass silang yang menjadi motor kreativitas band.

Ciri paling mencolok dari Trio Kuda adalah formatnya yang hanya terdiri dari tiga personel tanpa bassist. Anov Blues One tampil dengan alat unik bernama “Gitar Cangkul”, gitar satu senar yang ia bangun dari gagang cangkul sebagai simbol perlawanan terhadap glamor industri musik.

Sementara itu, Sastra Cipta Abyad memainkan drum pad minimalis yang bisa dibawa dan dimainkan di mana saja, mencerminkan spontanitas khas musik blues akar rumput.

Pendekatan praktis juga diterapkan dalam proses rekaman. Seluruh penggarapan album dilakukan menggunakan perangkat mobile di berbagai lokasi, mengikuti spirit raw recording yang lebih mementingkan ekspresi ketimbang kemewahan teknis.

Secara musikal, Trio Kuda meramu dua spektrum berbeda:

• Blues rock dari pengaruh Buddy Guy, Stevie Ray Vaughan, hingga The White Stripes
• Thrash metal dari spirit Motörhead, Anthrax, dan Megadeth

Dari perpaduan inilah lahir suara yang kasar, cepat, energik, penuh makna sosial, namun tetap emosional. Inovasi ini membuat Trio Kuda menjadi salah satu band alternatif paling progresif yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum akhirnya merilis album penuh, Trio Kuda telah lebih dulu dikenal publik melalui satu EP dan beberapa single, termasuk “Sikat!” dan “Stay Alive” yang sempat menarik atensi komunitas musik independen.

Menariknya, lagu “Setitik Cahaya” pernah dirilis dalam proyek kolaborasi Reza dan Anov sebelum resmi membentuk Trio Kuda bersama Sastra.

Dengan Thrash Blues, kami ingin memperkuat identitas kami sebagai suara liar yang otentik di skena musik alternatif Indonesia,” ujar Anov Blues One.

Bagi pendengar yang mencari pengalaman musik berbeda, Thrash Blues bukan sekadar kumpulan lagu—album ini adalah manifesto perlawanan, undangan untuk memasuki dunia tempat gitar cangkul mengaum dan musik menjadi alat penyampaian sikap.

Seluruh lagu dari album Thrash Blues kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Jika Anda haus akan suara baru yang berani keluar dari pakem, Trio Kuda siap memuaskan dahaga itu. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.