Tobatenun Gelar RAYA 1447 H di Sopo Del Tower, Angkat Abit Godang dan Kolaborasi Desainer Sambut Ramadan

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com  – Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Tobatenun menghadirkan perhelatan mode bertajuk RAYA di Sopo Del Tower, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2026). Acara ini menjadi ajang kolaborasi lintas desainer dalam menginterpretasikan Tenun Batak ke dalam busana kontemporer, sekaligus memperkenalkan kembali Abit Godang dari Angkola, Tapanuli Selatan.

RAYA dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus presentasi karya bertema bulan suci. Sejumlah desainer dan label terlibat dalam kolaborasi ini, di antaranya Itang Yunasz, fbudi, Glashka, Shawl & Co, serta AMOTSYAMSURIMUDA.

Desainer senior Itang Yunasz menerjemahkan Tenun Batak ke dalam koleksi busana muslim siap pakai, busana perempuan, dan pakaian pria dengan pendekatan modest wear. Ia memadukan tenun kontemporer berbasis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terinspirasi Ragi Hotang hingga Sadum dengan sentuhan pewarnaan alami.

Sementara itu, label fbudi besutan Felicia Budi menghadirkan koleksi bernuansa demi-couture yang menonjolkan teknik jungkit sebagai elemen utama. Struktur berlapis dan siluet khas menjadi penekanan dalam koleksi yang mengangkat nilai kebersamaan dan keterhubungan antargenerasi.

Glashka, yang digawangi Ega Augustia dan Sarah Sofyan, meluncurkan koleksi bertajuk “Senandung Rona”. Koleksi ini memadukan tenun Batak dengan bordir tangan perajin Tasikmalaya, menonjolkan tekstur serta dominasi warna merah muda sebagai simbol harmoni.

Shawl & Co menghadirkan busana yang ringan dan mudah dikenakan dengan aplikasi tenun yang subtil. Adapun AMOTSYAMSURIMUDA menampilkan koleksi “MULAK” yang berarti pulang, dengan desain pria yang lebih bersih dan esensial, memadukan tenun kontemporer dan teknik shibori.

Tak hanya busana, kolaborasi juga melibatkan Djuita melalui kebaya klasik dan kontemporer yang dipadukan dengan kain Sadum. Jenama aksesori seperti DA’POZA dan LUNGSIN turut mengolah tenun menjadi tas dan dompet modern.

Abit Godang dan Jejak Akulturasi

Dalam kesempatan ini, Tobatenun juga menyoroti Abit Godang atau Abit Sadum Angkola, tenun khas masyarakat Batak Muslim di Tapanuli Selatan. Kain ini dibuat dengan teknik pakan ganda atau songket/jungkit yang menghasilkan motif geometris padat.

Keunikan Abit Godang terletak pada teknik marsimata, yakni penyisipan manik saat proses menenun, serta sulam padat bonggit lilit yang menciptakan tekstur khas. Secara visual, tenun ini menampilkan pola geometris repetitif bergaya arabesque dan tidak menghadirkan figur manusia.

Bagi masyarakat Angkola dan Mandailing, Abit Godang bukan sekadar kain, melainkan simbol identitas dan nilai budaya yang diwariskan lintas generasi.

Komitmen Pemberdayaan Perajin

Didirikan pada 2018, Tobatenun merupakan social enterprise yang berfokus pada pelestarian dan revitalisasi Tenun Batak. Saat ini, lebih dari 300 perajin di berbagai wilayah Sumatera Utara terlibat dalam ekosistem produksinya.

Melalui kemitraan dengan Rumah Komunitas Wastra, yakni Jabu Bonang dan Jabu Borna, Tobatenun mengembangkan pelatihan teknis, riset motif, serta inovasi pewarnaan alami berbasis bahan botani dari kawasan Danau Toba.

Perhelatan RAYA digelar di Sopo Del Office Towers + Lifestyle Center yang dikembangkan PT Toba Pengembang Sejahtra. Kawasan ini mengusung desain terinspirasi Ulos Tumtuman sebagai bagian dari identitas arsitekturnya.

Melalui RAYA 1447 H, Tobatenun menegaskan upaya menghadirkan wastra tradisional dalam lanskap mode modern, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi esensi Ramadan dan Idul Fitri. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.