TabloidSeleberita – Jakarta, 5 Maret 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, serta berbagai organisasi Islam dan lembaga kemanusiaan menyampaikan Taujihat Palestina 2025 sebagai bentuk komitmen dalam membela hak-hak rakyat Palestina. Pernyataan ini menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan mengutuk tindakan agresi Israel yang terus berlanjut.
Poin-Poin Taujihat Palestina 2025
• Mengutuk Agresi Israel di Tepi Barat
Tindakan Israel yang menyerang Tepi Barat sejak awal tahun 2025 dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional yang merusak upaya perdamaian. Dewan Keamanan PBB didesak untuk menjatuhkan sanksi berat terhadap Israel dan menyeret Benjamin Netanyahu ke Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
• Menjaga Gencatan Senjata Tanpa Pengkhianatan
Masyarakat internasional harus memastikan bahwa perjanjian gencatan senjata saat ini terlaksana tanpa adanya pelanggaran dari pihak Israel.
• Menjamin Kelangsungan Bantuan Kemanusiaan
PBB diminta untuk menjamin bahwa pintu bantuan kemanusiaan tetap terbuka bagi Palestina. Upaya pemblokiran oleh Israel dan pihak lainnya harus dicegah agar rakyat Palestina tidak semakin menderita.
• Menolak Rekonstruksi Gaza Berbasis Imperialisme
Program rekonstruksi Gaza harus dilakukan dengan tetap menjaga hak-hak rakyat Palestina. Rencana rekonstruksi yang diinisiasi oleh Donald Trump ditolak karena dinilai berbasis pada kepentingan imperialisme, bukan kemerdekaan Palestina.
• Dukungan Negara-Negara OKI untuk Rekonstruksi Gaza
Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan negara-negara pendukung Palestina harus berada di garis depan dalam inisiatif rekonstruksi Gaza.
• Melanjutkan Boikot Produk Israel
Umat Islam dan masyarakat Indonesia diimbau untuk terus memboikot produk Israel serta produk yang memiliki afiliasi dengan Israel. Pemerintah juga didorong untuk melindungi masyarakat dari konsumsi produk-produk tersebut, sekaligus memperkuat ekonomi nasional dengan mendukung produk dalam negeri.
• Mengecam Peran Amerika Serikat dalam Konflik Palestina
Amerika Serikat dinilai merusak upaya perdamaian dunia, demokrasi, serta hak asasi manusia dengan terus mendukung Israel dalam konflik Palestina.
• Memperkuat Solidaritas Kemanusiaan untuk Palestina
Masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan organisasi filantropi diajak untuk meningkatkan koordinasi dalam mendukung program kemanusiaan bagi Gaza.
Pemerintah, MUI, BAZNAS, dan lembaga filantropi harus bersinergi dalam penyaluran donasi, baik untuk kebutuhan darurat maupun program rekonstruksi Gaza.
Seruan ini menegaskan konsistensi dukungan umat Islam dan bangsa Indonesia dalam perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina. Dengan semangat solidaritas global, diharapkan upaya membasuh luka Palestina dapat terus berlanjut hingga tercapainya kemerdekaan Palestina secara utuh. (Hero)