TabloidSeleberita.com – JAKARTA, 26 Januari 2026 — Aktris Saskia Chadwick mengungkap alasan dirinya tertarik terlibat dalam film Tolong Saya. Menurut Saskia, kekuatan cerita menjadi faktor utama yang membuatnya menerima tawaran bermain dalam film tersebut.
Film Tolong Saya mengisahkan seorang mahasiswi Indonesia yang sejak kecil memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan di Korea Selatan. Namun, setelah impian itu terwujud, ia justru mengalami teror menyeramkan dari arwah penasaran yang meminta pertolongan.
Saskia menilai cerita tersebut terasa dekat dengan realitas dan kerap muncul dalam kisah-kisah horor Indonesia. Meski demikian, film ini memiliki pembeda kuat melalui perpaduan budaya Indonesia dan Korea yang dihadirkan dalam alur ceritanya.
“Yang membedakan adalah adanya percampuran budaya Indonesia dan Korea,” ujar Saskia.
Dalam film ini, Saskia memerankan karakter Tania, seorang mahasiswi yang mendapatkan teror dari arwah bernama Minyong. Tantangan terbesar dalam memerankan karakter tersebut, menurut Saskia, adalah membangun empati terhadap pengalaman traumatis yang dialami Minyong semasa hidup.
Film Tolong Saya juga mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan, yang menjadi latar emosional penting dalam pengembangan karakter. Saskia menuturkan, pemahaman terhadap trauma tersebut menjadi kunci agar ia dapat memerankan Tania secara utuh dan relevan.
Selain adegan kesurupan dan penggunaan dialog berbahasa Korea, Saskia menyebut tantangan emosional sebagai bagian paling berat selama proses produksi. Salah satu adegan yang paling menguras emosi adalah adegan di kamar mandi yang melibatkan tangisan intens dan kondisi kesurupan.
Untuk menjaga emosi tetap terasa natural di layar, Saskia mengaku mendapat pendampingan dari acting coach Dadang serta arahan dari para sutradara. Proses pendalaman karakter dilakukan melalui pembacaan naskah, diskusi emosi karakter, serta latihan intensif untuk adegan-adegan berat.
Dalam tahap persiapan, Saskia juga melakukan riset dengan mempelajari referensi film guna menentukan gaya kesurupan dan ekspresi emosi yang sesuai dengan karakter Tania, agar tidak terkesan berlebihan.
Di tengah tekanan emosional selama proses syuting, Saskia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Ia berusaha memisahkan kehidupan pribadi dengan karakter yang diperankannya serta menjaga komunikasi dengan keluarga dan lingkungan terdekat.
Menurut Saskia, dukungan keluarga membantunya tetap menyadari bahwa peran yang dijalani adalah bagian dari pekerjaan, bukan identitas dirinya di kehidupan sehari-hari.
Film Tolong Saya diharapkan tidak hanya menyuguhkan ketegangan horor, tetapi juga menghadirkan refleksi emosional terkait trauma, empati, dan keberanian untuk meminta pertolongan. (Hero)