Ruben Onsu Cerita Perjalanan Menata Hati: Hadapi Cobaan Hidup Lewat Kesabaran, Kajian Islam, dan Introspeksi Diri
TabloidSeleberita – Jakarta, 17 November 2025 — Di tengah perjalanan hidup yang penuh dinamika, publik figur Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah membagikan refleksi mendalam mengenai berbagai ujian yang ia hadapi beberapa waktu terakhir. Meski banyak cobaan datang bertubi-tubi, Ruben memilih merespons semuanya dengan ketenangan dan ketabahan. Baginya, cara terbaik untuk bertahan adalah memperkuat hubungan dengan Tuhan dan terus belajar memahami makna kehidupan.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui channel YouTube pada Minggu (16/11/2025), Ruben mengungkap bahwa salah satu kunci keteguhannya adalah ilmu dan nasihat dari para ulama yang ia temui.
“Aku kemarin bertemu dengan para ulama-ulama dan mereka mengajarkan saya kesabaran, mengajarkan saya banyak untuk bersyukur,” tutur Ruben dengan nada penuh syukur.
Ruben mengaku, dari para ulama tersebut ia belajar untuk tidak membiarkan keluh kesah mendominasi pikirannya. Ia diajak untuk lebih fokus pada introspeksi diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.
“Mereka mengajarkan saya untuk tidak banyak mengeluh, tapi lebih banyak mengintrospeksi diri,” ucapnya.
“Akan lebih baik ketika kita mengoreksi diri sendiri tanpa mengoreksi orang lain.”
Menurut Ruben, ujian hidup adalah bagian dari perjalanan manusia. Tidak ada satu pun manusia yang sempurna, termasuk dirinya. Kesadaran inilah yang justru membantunya bersikap lebih rendah hati.
“Kalau kita merasa sempurna, kita nggak akan ada di bumi. Masih banyak salahnya, masih banyak dosanya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ruben juga menceritakan bagaimana pertemuannya dengan sejumlah tokoh agama membuatnya semakin dekat dengan Islam. Ia merasa beruntung dipertemukan dengan orang-orang yang memberinya pandangan baru tentang kehidupan dan spiritualitas.
“Saya bersyukur bertemu dengan orang-orang hebat dan itu membuat saya menjadi lebih dekat lagi dengan Islam,” ungkapnya.
Proses mendalami agama Islam, yang kini menjadi pegangan barunya, memberikan kekuatan bagi Ruben untuk menghadapi berbagai ujian. Ia mengaku banyak merenungkan kembali perjalanan hidupnya, terutama setelah mendengarkan kajian-kajian tentang keteladanan Rasulullah SAW.
Untuk memperkokoh keyakinannya, Ruben rutin mengikuti kajian Islam dari beberapa ustaz dan habib dengan cara yang konsisten. Setiap sesi kajian memberikan perspektif baru yang ia jadikan bekal mencapai ketenangan.
“Aku seperti dibukakan lagi pandangan matanya sama Allah,” ujarnya.
“Setiap masing-masing ustaz, masing-masing habib, punya cara sendiri dalam menyampaikan syiar.”
Ruben mengaku, setiap kali menyimak ceramah, ia selalu meluangkan waktu untuk merenungkan pesan yang disampaikan. Menurutnya, mendengar kisah Nabi Muhammad SAW sering kali membuat dirinya merasa lebih bersemangat dan tersadar bahwa masih banyak ilmu yang harus ia pelajari.
“Mendengar cerita Rasulullah membuat kita lebih semangat lagi dan banyak yang aku tertinggal,” ungkapnya.
Dalam perjalanan spiritualnya yang masih berlangsung, Ruben menyadari masih banyak kekurangan yang harus ia perbaiki. Ia tak segan mengakui bahwa dirinya masih terus belajar menata hati dan memperbaiki perbuatan di masa lalu.
“Alhamdulillah saya bisa belajar lagi secara perlahan,” katanya.
“Dari proses pembelajaran itu ternyata masih banyak kekurangan. Saya masih harus banyak belajar, salat tobat lagi, banyak-banyak minta maaf dalam segala hal.” ujar Ruben Onsu
Ruben menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar respons atas cobaan, melainkan bagian dari keinginannya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ia meyakini bahwa setiap langkah kecil dalam memperbaiki diri akan membawanya menuju kehidupan yang lebih damai dan penuh makna.
Dengan segala tantangan yang ia hadapi, Ruben Onsu menunjukkan bahwa proses pendewasaan spiritual bukan sesuatu yang instan. Ia membuka dirinya untuk terus belajar, memperbaiki kesalahan, dan mendekat kepada Allah dengan cara yang lebih tulus.
Perjalanan Ruben menjadi bukti bahwa cobaan hidup bukan hanya menghadirkan air mata, tetapi juga membawa wawasan baru serta pintu bagi perubahan diri yang lebih baik. Melalui sikap sabar dan upayanya mendalami ilmu agama, Ruben terus melangkah menuju versi terbaik dari dirinya.
(Hero)