TabloidSeleberita – Jakarta, 27 Februari 2025 – Menyambut bulan suci Ramadan, grup musik Rangkai merilis album penuh bertajuk Pekik Hening di Lantang Angan pada 28 Februari 2025. Album ini hadir sebagai lanjutan dari tiga single yang telah lebih dulu dirilis sejak 2023, yaitu Seperti Rindu, Mesra Tanpa Kata, dan Puan, Kau Beri Nyawa.
Album ini menjadi karya reflektif yang menggambarkan perjalanan spiritual, perenungan, dan penerimaan diri. Diproduseri oleh mendiang Ade Firza Paloh, Pekik Hening di Lantang Angan lahir dari diskusi mendalam antara Ade dan tiga personel Rangkai—Mirza Elba (gitar klasik), Rai Ikhwan (kontrabas), dan Bimo Nawandana (vokal, gender/gamelan Jawa).
Judul Pekik Hening di Lantang Angan diambil dari refleksi Ade Firza Paloh terhadap karakteristik musik dan perjalanan kreatif Rangkai. Menurutnya, band ini seperti “kumparan yang tampak diam, padahal berputar dengan kecepatan tinggi.” Album ini mengemas 11 lagu yang menggambarkan perjalanan kehidupan, yang bisa dinikmati dengan kesadaran spiritual maupun sebagai renungan.
Proses produksi album ini tidak mudah, terutama setelah kepergian Ade Firza Paloh. Namun, bersama Setengah Lima Records, Rangkai tetap melanjutkan proyek ini.
“Produksi album ini menguras tenaga dan waktu, tapi pengalaman berkolaborasi dengan musisi-musisi hebat adalah berkah tersendiri,” ungkap Mirza Elba.
Dalam album ini, salah satu lagu andalan berjudul Selam Hati Sulam Diri melibatkan kolaborasi dengan Endah Widiastuti dari Endah N Rhesa. Endah mengaku antusias saat diajak mengisi vokal dalam lagu tersebut. “Materi albumnya sangat konseptual. Saya diberi kebebasan untuk bereksplorasi dalam mencari nada, dan itu pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Album Pekik Hening di Lantang Angan disusun berdasarkan enam fase penciptaan alam dalam Al-Qur’an:
• Ledakan pertama dan munculnya cahaya – Api, Kejora Cinta
• Jagad mengembang – Ruang, Seperti Rindu, Mesra Tanpa Kata
• Unsur alam mulai menemukan bentuknya – Isyarat Hawa, Puan, Kau Beri Nyawa
• Benturan alam raya – Pertengkaran, Tabir
• Alam mulai stabil – Selam Hati Sulam Diri
• Alam regenerasi – Seberang Fana
Selain menyuguhkan musik yang kaya makna, Pekik Hening di Lantang Angan juga dihiasi dengan ilustrasi dari Khalid Albakaziy. Proses mixing dan mastering ditangani oleh tim terbaik, termasuk Lafa Pratomo (Ruang Waktu Music), Nur Fitrah Hidayat (Lokale Satin Studio), dan Rendi Kopay (Earspace Studio).
Album ini akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai Ramadan 2025. Rangkai mengajak pendengar untuk meresapi setiap lagu sebagai bagian dari perjalanan menuju ketenangan jiwa dan penerimaan hidup.
Personel Rangkai:
• Mirza Elba – Gitar Klasik
• Rai Ikhwan – Kontrabas
• Bimo Nawandana – Vokal, Gender/Gamelan Jawa
Kolaborator:
• Endah Widiastuti (Selam Hati Sulam Diri)
• Ade Paloh, Sekaranggi
Produksi:
• Produser: Ade Paloh
• Eksekutif Produser: Abdullah Yusro
• Ilustrasi: Khalid Albakaziy
• Rekaman: Lontar Studio & Earspace
• Mixing: Lafa Pratomo, Nur Fitrah Hidayat, Rendi Kopay
• Mastering: Rhesa Aditya (Earspace)
Dengarkan Pekik Hening di Lantang Angan di platform streaming favorit Anda mulai 28 Februari 2025. (Hero)