Tabloidseleberita – Persiapan dan latihan untuk pementasan pertunjukan teaterikal bertajuk “Jalasena Laksamana Malahayati” telah memasuki babak akhir. Dengan mengusung konsep tata panggung spektakuler dipadukan dengan gerak bela diri dan tari dalam peperangan laut menjadi tantangan tersendiri. Melibatkan lebih dari 62 orang dalam adegan perang yang terdiri pernain utama dan pemain pendukung bukanlah hal yang mudah mengingat semua peran masing-masing tokohnya memiliki karakter berbeda-beda ditampilkan dalam suasana peperangan nan mencekam.

Aksi panggung pertunjukan teaterikal ini akan mengangkat Kisah Heroik Perjuangan Laksamana Perempuan Pertama di Dunia yang bernama Malahayati, dimana di dalamnya akan ada simulasi pertempuran laut dengan mengambil setting Aceh tempo dulu termasuk menghadirkan kejutan berupa tampilnya replika kapal perang seukuran aslinya di atas panggung pertunjukan. Itu masih ditambah dengan teknologi videomapping yang indah untuk memperkuat suasana pertempuran masa lalu antara armada Kesultanan Aceh yang dipimpin Laksamana Malahayati melawan armada perang Belanda.

Berlatar tahun 1500-an, Malahayati menceritakan kisah kebangkitan seorang pejuang wanita di angkatan lau! Aceh kala itu. Kisah seorang laksamana wanita dalam dukanya atas kematian ayah dan suaminya serta kaum lelaki dalam pertempuran dengan Portugis. Kenyataan itu tak dapat ia diterima dan bertekad untuk menuntut balas dengan membentuk Inong Balee, laskar perang berkekuatan 2.000 personel yang seluruh prajuritnya adalah wanita.

Salah satu kesuksesan terbesar pasukan Inong Balee pimpinan Laksamana Malayahati adalah mematahkan perlawanan invasi armada Belanda yang dipimpin dua pengelana bersaudara, Cornelis de Houtman dan Frederik de Houtman. Malahayati menyuarakan keberaniannya untuk tidak menyerah pada nasib dan melanjutkan perjuangan menjaga kedaulatan Bumi Rencong dari tangan penjajah.

Kisah cerita legenda kepahlawanan singa betina dari Aceh itu akan diangkat kembali dalam bentuk seni pertunjukan teaterikal “Jalasena Laksamana Malahayati” Kisah Heroik Perjuangan Laksamana Perempuan Pertama di Dunia yang akan diadakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 9 September 2023 mendatang. Sejumlah nama besar dalam dunia seni pertunjukan di tanah air seperti Marcella Zalianty, Iswandi Pratama, dan Jay Soebijakto siap untuk menyuguhkan sebuah seni pertunjukan teater berkualitas.

Proses persiapan dan latihan pementasan ini telah dilakukan selama kurun waktu tiga bulan lalu dengan jadwal tiga hari per minggu. Naskah cerita tersebut diangkat dari naskah film layar lebar dan hasil riset yang telah dilakukan oleh Marcella Zalianty dan Keana Production bahkan sebelum Malahayati ditetapkan sebaga pahlawan nasional pada tahun 2017 lalu.

Banyak suka duka dalam proses latihan pemantapan untuk memberikan seni pertunjukan terbaik kepada para penonton. Di antaranya insiden yang dialami Marcella Zalianty selaku pemeran Malahayati. Hal itu terjadi dalam sebuah latihan untuk adegan pertarungan satu lawan satu antara Laksamana Malahayati dengan Cornelis de Houtman yang diperankan oleh Willem Bevers. Ketika replika pedang tengah diayunkan oleh Willem, tanpa sengaja mengenai tepat sisi dahi kiri dari kepala Marcella Zalianty dan menyebabkan sobek. Marcelia pun sempat ditangani secara medis serta mendapatkan lima jahitan di dahinya tersebut.

Tak hanya sebagai pemeran utama, Marcella Zalianty turut pula bertindak sebagai produser dan penggagas pementasan cerita heroik Laksamana Malahayati. Dalam perjalanannya ia terpikir untuk menginisiasi cerita heriok itu ke dalam bentuk seni pertunjukan pementasan teaterikal. Dengan menggandeng Jay Soebijakto sebagai pengarah artistik dan Iswandi Pratama selaku sutradara untuk mengangkat cerita Malahayati ke dalam pertunjukan pementasan teater.

Pementasan “Jalasena Laksamana Malahayati’ ini juga melibatkan pemain film, pemain dari Teater Koma, Wayang Orang Barata dan juga prajurit Korps Wanita TNI AL dan Korps Marinir TNI AL serta beberapa perwira tinggi TNI AL. Dukungan penuh dan kolaborasi dengan TNI AL pada pementasan ini tidak lepas dari sosok Malahayati yang merupakan laksamana perempuan pertama di dunia yang telah berjuang sehingga Indonesia khususnya Aceh disegani dan menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang kuat.

Selain pertunjukan teaterikal, Marcella telah lebih dulu mengangkat kisah heroik Laksamana Malahayati ini dalam wujud komik pada tahun 2018 lalu dan selanjutnya ia berharap dapat membuatnya ke dalam film layar lebar. “Malahayati merupakan sosok penting dan menarik. Dialah satu-sarunya sosok panglima wanita dalam sejarah armada laut Nusantara yang sangat berpengaruh dalam politik militer Kerajaan Aceh Darussalam. Malahayati hadir sebagai spirit perempuan yang merepresentasikan bukan lagi tanah yang menunggu dan menumbuhkannya, tetapi laut yang menyuarakan keberanian,” ucap Marcella.

Sejumlah nama besar lainnya dalam dunia seni pertunjukan kolosal diikutsertakan seperti Hartati (penata gerak dan tari), Toto Arto (pengelola produksi), Nya Ina Raseuki atau Ubiet (pelantun lament), Retno Damayanti (perancang kostum), Sari Madjid (associate producer), Indra Perkasa (penata musik), Arswendi Bening (pemeran Sultan Alauddin Riayat Syah alMukammil), Aulia Sarah (pemeran Cut Limpah), dan Cut Mini (pemeran ibu Malahayati).

Kegiatan ini didukung pula oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian Komunikasi dan Informatika, Siber Kreasi, Telkomsel, Jakpro, Taman Ismail Marzuki, loket.com Didukung pula oleh media partner seperti antaranews.com, kompas id, tempo co, Iputan6 com, Men and Women Obsession. Radio Female, Radio Bahana, Bazzaar, Her World, suara com, sindonews.com, sportstar.id, celebrities.id, okezone com, Radio Celebrities, RDI FM. Radio Trijaya, dan Radio Okezone

Reporter : Hero

Editor : NM