Tabloidseleberita – Ininnawa:An Island Calling adalah sebuah film dokumenter panjang karya Arfan Sabran.
Film ini menceritakan dua generasi pekerja kesehatan (ibu dan anak) yang mendedikasikan
hidup mereka untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil di laut Flores.

Mimi adalah seorang ibu dari dua anak yang sampai saat ini meninggalkan anak pertamanya untuk bekerja di pulau-pulau yang harus ditempuh lebih dari 30 jam perjalanan laut dari Sulawesi Selatan. Suaminya, Hasri, juga berpisah dari keluarga untuk mengejar
panggilannya dan bekerja di pulau-pulau. Berkumpul bersama keluarga sangat jarang terjadi.

Sebagai perawat yang telah bekerja selama puluhan tahun, ibu Mimi yang bernama Rabiah mulai pensiun. Ia menyerahkan tongkat estafet kepada putrinya. Rabiah kembali ke pulau untuk menjadi tenaga perawat “tidak resmi”. Tantangan Mimi, ketakutan dan kecemasannya, terungkap saat ia memulai pekerjaannya sebagai perawat di daerah terpencil.

Sebagai negara besar dengan 265 juta penduduk yang tersebar di 17.000 pulau, Indonesia mengalami tantangan berat dalam bidang kesehatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tidak meratanya distribusi tenaga kesehatan. Tidak meratanya distribusi perawat di seluruh penjuru tanah air sampai sekarang merupakan persoalan yang terus
dihadapi. Jumlah perawat saat ini sudah besar, namun distribusi terbanyak masih di pulau Jawa dan kota-kota besar.

Melalui film Ininnawa: An Island Calling kita akan melihat lebih dalam tantangan yang
dihadapi oleh pekerja kesehatan di Indonesia

Arfan Sabran, sutradara film ini telah membangun hubungan selama kurang lebih 15 tahun
dengan ibu Rabiah dan keluarganya. Arfan telah mengumpulkan 100 jam rekaman
kehidupan Ibu Rabiah dan Mimi, dan melihat sendiri bagaimana perjuangan mereka berdua
untuk melayani kesehatan di wilayah yang sama sekali tidak mudah dan serba terbatas. Baginya kedua tokoh ini memiliki karakter yang kuat dan universal.

Nick Calpakdjian, produser film ini mengatakan, “Semangat dan komitmen yang ditunjukkan
Arfan dalam mengikuti kehidupan para tokoh unik ini selama lebih dari satu dekade terlihat
jelas dalam penggambarannya yang intim tentang seorang ibu dan anak yang berjuang
untuk mewakili masyarakat pulau dan membangun kembali hubungan mereka yang
sebelumnya retak. Ini adalah jenis cerita, karakter, dan pembuat film yang membuat Two
Islands Digital tertarik dan mendorong kami untuk menghasilkan film yang telah memenangkan penghargaan ini.”

Impact Producer Sofia Setyorini mengatakan, “Tidak banyak film yang mengangkat isu tenaga kesehatan di Indonesia. Ininnawa: An Island Calling, bisa menjadi alat untuk menciptakan dialog antar stakeholders terutama dengan tujuan pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.”

Ininnawa:An Island Calling memenangkan penghargaan sebagai film dokumenter panjang terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2022. Film ini memiliki Sales Agent di Perancis, yaitu Cat and Docs untuk pemutaran di festival film dan televisi.

Film ini tayang perdana di EIDF (EBS International Documentary Film Festival) di Korea
Selatan pada bulan Agustus ini dan akan diputar di festival film CinefestOz, Australia pada
bulan September 2023 dan Dili International Film Festival di Timor Leste. Siaran televisi di
EBS Korea Selatan dan Al Jazeera Inggris dan Arab dijadwalkan akan disiarkan pada paruh
kedua tahun 2023.

Ininnawa:An Island Calling juga akan melakukan pemutaran film dan kampanye isu
pekerja kesehatan di Jakarta, Makassar, Lampung dan Mataram, bekerja sama dengan
organisasi-organisasi keperawatan, salah satunya adalah PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
Ininnawa:An Island Calling diproduksi oleh Two Islands Digital dan didukung oleh Kurawal Foundation.

Film ini menerima dukungan dari DMZ Industry, InDocs, If/Then, Doc Edge Kolkata, Tokyo Talents, Al Jazeera, dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi.

Reporter : Hero

Editor : NM