Nina Nugroho Hadirkan Koleksi Tenun Lagosi dan Tenun Sarung Sengkang Makassar ke Dalam Rancangan Busana Profesional Muslimah
JAKARTA, Tabloidseleberita – Desainer Nina Septiana biasa dikenal Nina Nugroho menghadirkan interpretasi baru wastra Makassar melalui koleksi TANA DOANG – Heritage in Motion dalam ajang IN2MOTION FEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026). Mengusung perpaduan Tenun Lagosi dan Tenun Sarung Sengkang dengan desain busana profesional Muslimah, koleksi ini menjadi upaya mengangkat warisan budaya lokal ke panggung modest fashion modern.
Membawa Koleksi Tenun Lagosi dan Tenun Sarung Sengkang Makassar ke dalam rancangan busana profesional Muslimah.
Bukan sekadar menjadi pemanis visual, kedua wastra tersebut ditempatkan sebagai bagian dari identitas desain yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan karakter budaya.
Bagi Nina, warisan budaya bukan sesuatu yang harus dibekukan dalam bentuk aslinya. Tradisi justru dapat terus hidup ketika diberi ruang untuk berkembang dan berdialog dengan kebutuhan zaman.
“Melalui koleksi ini, NINA NUGROHO menerjemahkan kekayaan budaya Makassar ke dalam bahasa desain yang relevan dengan perempuan profesional masa kini. Wastra tradisional tidak sekadar hadir sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari identitas koleksi yang menyatukan nilai budaya dengan karakter busana profesional,” ujar Nina Septiana, desainer sekaligus CEO PT Nina Nugroho Internasional.
Membawa Filosofi Makassar ke Dunia Profesional

Koleksi TANA DOANG menempatkan Tenun Lagosi sebagai simbol keseimbangan, ketekunan, identitas budaya, dan keanggunan yang lahir dari kesederhanaan.
Filosofi tersebut diterjemahkan melalui sosok perempuan yang terus berkembang, berani melangkah maju, tetapi tidak kehilangan akar budayanya. Karakter ini sejalan dengan perempuan profesional yang menjadi inspirasi utama rancangan NINA NUGROHO.
Sementara itu, Tenun Sarung Sengkang Makassar membawa pesan mengenai kehormatan, kerja keras, kesabaran, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Nilai Siri’ na Pacce turut memperkuat landasan filosofis koleksi tersebut. Prinsip yang lekat dengan masyarakat Bugis-Makassar ini menekankan harga diri, integritas, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui perpaduan tersebut, Nina berupaya menghadirkan busana yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa narasi tentang identitas dan karakter perempuan Indonesia.
Delapan Rancangan, Satu Narasi Budaya
Sebanyak delapan look dihadirkan untuk menerjemahkan konsep Heritage in Motion. Eksplorasi siluet, permainan warna, motif, bordir, dan detail tailoring mempertemukan karakter wastra tradisional dengan estetika busana profesional modern.
Rangkaian rancangan mencakup long outer, jaket, mantel, hingga setelan dengan aksen wastra yang kuat. Palet hitam, cokelat, merah, hijau, serta nuansa natural memberikan dinamika visual yang berpadu dengan kekayaan motif Tenun Lagosi dan Sarung Sengkang.
Hasilnya adalah interpretasi modest fashion yang berusaha melampaui fungsi berpakaian. Wastra menjadi bagian dari bahasa desain untuk menyampaikan nilai budaya tanpa mengesampingkan kebutuhan perempuan modern akan busana yang anggun dan profesional.
Ketika Modest Fashion Menjadi Medium Identitas Bangsa
Menurut NINA NUGROHO, modest fashion bukan semata-mata tentang busana yang menutup tubuh. Lebih dari itu, fashion dapat menjadi medium untuk menyampaikan karakter, nilai, dan identitas perempuan yang mengenakannya.
Melalui TANA DOANG – Heritage in Motion, Nina memperlihatkan bagaimana kekayaan tekstil daerah dapat memperoleh ruang baru dalam industri mode kontemporer.
Pendekatan ini sekaligus menempatkan wastra Makassar dalam percakapan yang lebih luas mengenai keberlanjutan tradisi dan perkembangan modest fashion Indonesia.
Pesan yang dibawa koleksi ini sederhana, tetapi mendasar: menjaga warisan tidak berarti menahannya agar tetap diam. Warisan budaya justru akan terus bermakna ketika dapat dikenali, digunakan, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Di panggung IN2MOTION FEST x JMFW 2026, TANA DOANG – Heritage in Motion menjadi representasi upaya mempertemukan akar budaya Makassar dengan langkah perempuan Indonesia menuju masa depan. {red}