“Next Generation Visinema: Michael Rainheart dan Febri Darmayanti, Harapan Baru Perfilman Indonesia dengan Film Hutang Nyawa”
TabloodSeleberita – Jakarta, 16 Desember 2024 – Visinema Pictures terus menunjukkan komitmennya dalam regenerasi talenta perfilman Indonesia dengan memperkenalkan dua nama baru sebagai bagian dari Next Generation Visinema: Michael Rainheart dan Febri Darmayanti. Kedua talenta muda ini berperan penting dalam film terbaru Visinema, Hutang Nyawa, yang telah menarik perhatian lebih dari 350.000 penonton sejak tayang di bioskop pada 12 Desember 2024.
Michael Rainheart memulai kariernya di dunia perfilman dengan menciptakan film pendek selama masa kuliah di Universitas Multimedia Nusantara. Selama lebih dari enam tahun, karya-karyanya telah mengukir prestasi di berbagai festival film nasional dan internasional. Ia juga menjadi peserta program bergengsi seperti Art of the Score di The Juilliard School (Amerika Serikat) dan Platform Busan (Korea Selatan).
Bergabung dengan Visinema, Michael sebelumnya berkontribusi sebagai Production Assistant di film Home Sweet Loan dan Musikal Keluarga Cemara. Kini, sebagai Co-Producer di Hutang Nyawa, Michael mendedikasikan kemampuannya untuk memastikan kualitas produksi maksimal. Bersama tim, ia fokus pada elemen visual horor yang autentik dan penggambaran ritual yang menjadi inti cerita film ini.
Sebagai penulis skenario, Febri Darmayanti telah menapaki dunia kreatif sejak tahun 2017. Berawal dari pembelajaran informal, ia berhasil meraih penghargaan Penulis Naskah Terbaik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Febri juga menjadi bagian dari Southeast Film Lab di ajang Singapore International Film Festival 2023.
Di Hutang Nyawa, Febri berkolaborasi dengan Calvin Ramelan untuk mengadaptasi thread viral karya Anggi Noen di platform X. Film ini mengangkat kisah klenik seputar praktik tumbal pabrik batik, yang menggambarkan perjuangan keluarga dengan sentuhan budaya horor Indonesia. Proses penulisan lintas benua antara Jakarta dan San Francisco menjadi bukti dedikasi Febri dalam menciptakan cerita yang relevan dan menggugah.
Disutradarai oleh Calvin Ramelan, Hutang Nyawa berhasil memadukan elemen tradisi dan isu sosial menjadi cerita horor yang beresonansi dengan penonton. Dengan dukungan Michael dan Febri, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang segar, menegangkan, dan autentik.
Pendiri Visinema, Angga Dwimas Sasongko, menegaskan pentingnya regenerasi dalam industri film. “Masa depan perfilman Indonesia ada di tangan generasi berikutnya. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan Michael dan Febri,” ungkapnya.
Sebagai rumah produksi terkemuka, Visinema telah melahirkan karya-karya seperti Filosofi Kopi, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, dan Mencuri Raden Saleh. Dengan hadirnya talenta baru seperti Michael Rainheart dan Febri Darmayanti, Visinema semakin memperkokoh perannya sebagai pusat keunggulan storytelling di Indonesia.
Saksikan Hutang Nyawa di bioskop Indonesia sekarang juga dan dukung karya generasi baru perfilman tanah air. Untuk informasi terbaru, kunjungi media sosial resmi @visinemaid.
Kenali Michael Rainheart dan Febri Darmayanti, wajah baru Visinema Pictures yang berperan penting dalam film horor Hutang Nyawa. Pelajari kontribusi mereka untuk regenerasi perfilman Indonesia.
(Hero)