MTQ Nasional XXXI, Menag Dorong Al-Qur’an Jadi Pedoman dalam Kehidupan

0

SEMARANG, TabloidSeleberita.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Menurut Nasaruddin, MTQ harus menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari atau yang disebut living Quran.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci.

Namun, proses tersebut perlu dilanjutkan dengan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Karena itu, keberhasilan MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menjadi juara. Para qari, qariah, hafiz, dan hafizah diharapkan mampu menjadi teladan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

Nasaruddin mendorong peserta MTQ untuk menjadi pribadi yang mampu membawa kesejukan dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

MTQ Nasional XXXI Libatkan Penyandang Disabilitas

Pesan tentang Al-Qur’an yang merangkul semua kalangan juga diwujudkan melalui penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang lebih inklusif.

MTQ tahun ini memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an. Salah satunya melalui ekshibisi Teman Tuli yang digelar pada 14–16 September 2026.

Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka akan berpartisipasi dalam golongan Tilawah dengan membaca Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat serta golongan Kitabah dengan menulis Al-Qur’an Isyarat.

Selain itu, MTQ Nasional XXXI menghadirkan Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra dan putri.

Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam momentum MTQ Nasional XXXI. Mushaf tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

Bukan Sekadar Melahirkan Juara

MTQ Nasional XXXI berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.

Gelaran tersebut mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Nasaruddin berharap tema tersebut tidak hanya menjadi slogan penyelenggaraan MTQ. Syiar Al-Qur’an, kata dia, harus mampu menghadirkan kemaslahatan dan menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujarnya.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di arena musabaqah. Para peserta diharapkan membawa nilai Al-Qur’an ke tengah masyarakat melalui sikap, perilaku, dan keteladanan.

Dengan kata lain, MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana Al-Qur’an benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.