LSPR dan Kampung Budaya Betawi Sukapura Kolaborasi Hidupkan Budaya Lewat Media Sosial

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 29 Juni 2025 — Dalam upaya melestarikan budaya lokal di tengah dominasi tren global, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR bersama Kampung Budaya Betawi Sukapura resmi meluncurkan program kolaboratif bertajuk GOCAP (Gerakan Ornamen, Citra, Adat, dan Pusaka).

Konferensi pers yang digelar pada Minggu (29/6) di kawasan Sukapura, Jakarta Utara, menjadi titik awal dari gerakan yang bertujuan menghidupkan kembali semangat budaya Betawi di kalangan anak muda melalui kekuatan media sosial.

Salah satu dosen pembimbing dari LSPR menyampaikan bahwa media sosial kini menjadi ruang utama generasi muda dalam berekspresi dan berinteraksi. “Kalau kita ingin budaya Betawi tetap hidup dan berkembang, kita harus masuk ke ruang itu,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat berbasis kuliah yang dikembangkan LSPR, mirip konsep KKN (Kuliah Kerja Nyata), namun dengan pendekatan komunikasi strategis dan dampak sosial. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi langsung terjun ke lapangan dan berinteraksi dengan komunitas lokal.

Salah satu mahasiswa peserta program mengungkapkan, meski sempat menghadapi tantangan dalam menjalin komunikasi awal dengan warga, proses kolaborasi akhirnya berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pengelola Kampung Budaya Betawi Sukapura. “Kami ingin mengajak teman-teman muda untuk bangga jadi orang Betawi, lewat kegiatan seperti belajar batik, kuliner tradisional, pantun, hingga lenong Betawi,” katanya.

Sebagai langkah konkret, dibentuk pula tim media sosial yang melibatkan mahasiswa dan anak muda lokal, guna mengelola akun media sosial Kampung Budaya Betawi secara aktif dan berkelanjutan. Inisiatif ini dinilai tepat sasaran untuk menjangkau generasi Gen Z dan Alpha.

“Media sosial bukan pengganti media massa, tapi pelengkap. Kalau media online mencerdaskan, media sosial melestarikan,” ujar perwakilan panitia dalam sesi diskusi.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Jo Haryanto Setiawan, perwakilan legislatif Septiana, serta dosen pengampu dari empat mata kuliah kolaboratif seperti Community Development, Program and Evaluation, Public Relations Communication, dan Creative PR Techniques.

Pengurus Kampung Budaya Betawi Sukapura berharap program ini dapat menjadi contoh kolaborasi edukatif yang berdampak langsung terhadap pelestarian budaya lokal.

“Semoga semangat ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak generasi muda,” tutupnya.

(Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.