Kemenag Luncurkan Asta Protas: 8 Program Prioritas untuk Masjid Ramah Lingkungan dan Keberagaman

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 7 Maret 2025 – Dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Asta Protas, delapan program prioritas yang akan dijalankan pada periode 2025-2029.

Peluncuran Asta Protas dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta. Salah satu fokus utama dari program ini adalah menciptakan masjid yang ramah lingkungan, asri, dan nyaman bagi jamaah.

Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya kondisi masjid yang bersih, indah, dan nyaman agar jamaah merasa lebih tentram saat beribadah. “Jangan-jangan jamaah yang intoleran, yang tidak mau menerima perbedaan, keseringan sholat di masjid yang tidak ramah lingkungan itu,” ujarnya.

Kemenag berkomitmen untuk mendorong pembangunan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang rekreasi yang mendukung kesejahteraan mental dan spiritual umat.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan terhadap bumi.

Program Asta Protas Kemenag mencakup berbagai aspek yang berkontribusi pada penyelesaian Asta Cita serta 17 program prioritas Presiden dan Wakil Presiden. Berikut delapan program utama yang akan dijalankan:

• Peningkatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan
• Regulasi terkait kerukunan umat beragama diperkuat.
• Penguatan moderasi beragama dan pendidikan berbasis penghargaan terhadap perbedaan.
• Penguatan Ekoteologi
• Menanggapi isu perubahan iklim dengan pendekatan keagamaan, seperti konsep khilafah dalam Islam, Tri Hita Karana dalam Hindu, dan Laudato Si’ dalam Katolik.
• Layanan Keagamaan Berdampak
• Peningkatan layanan bimbingan perkawinan dan keluarga maslahat.
• Pengembangan Kantor Urusan Agama (KUA) yang inklusif dan ramah.
• Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi
• Digitalisasi sistem pendidikan berbasis agama.
• Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan.
• Pemberdayaan Pesantren
• Menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan inklusif sesuai UU Pesantren.
• Pemberdayaan Ekonomi Umat
• Mengoptimalkan potensi zakat dan dana sosial keagamaan untuk kesejahteraan umat.
• Sukses Haji
• Meningkatkan pelayanan haji, mengingat kemungkinan tahun 2025 menjadi tahun terakhir pengelolaan haji oleh Kemenag.
• Digitalisasi Tata Kelola
• Mempercepat digitalisasi layanan Kemenag agar lebih murah, mudah, efisien, dan transparan.

Dengan hadirnya Asta Protas, Kemenag berharap umat beragama di Indonesia dapat merasakan manfaat langsung dari program ini, baik dalam peningkatan layanan keagamaan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, pembangunan masjid yang ramah lingkungan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengatasi isu perubahan iklim. “Indonesia harus terdepan dalam pelestarian lingkungan, dan ini bisa kita mulai dari masjid,” tambah Menag Nasaruddin Umar.

Pelaksanaan Asta Protas akan terus dipantau dan dikembangkan agar sejalan dengan visi Indonesia yang lebih harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.