Kantor Tour dan Travel Asifa Digembok, Kuasa Hukum Sebut Masalah Utang Pribadi

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com  – Tour dan Travel Asifa membantah tudingan menelantarkan jamaah umrah di tengah persoalan penggembokan kantor oleh pihak yang disebut sebagai debt collector.

Kuasa hukum pemilik Asifa, Azman, SH dan H. Muhammad Firman, SH, mengatakan persoalan penggembokan kantor berkaitan dengan sengketa utang-piutang, bukan dana jamaah.

Pemilik Asifa, Mulyati, bersama kuasa hukumnya mendatangi Polsek Tebet, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan terkait penggembokan kantor tersebut.

Kantor Asifa disebut digembok sejak Sabtu (3/10/2026) sehingga aktivitas operasional travel terganggu.

Asifa Akui Utang Rp1 Miliar

Azman mengatakan kewajiban Mulyati bermula dari pinjaman sekitar Juni 2026.

Dari total utang sekitar Rp1 miliar, sekitar Rp400 juta telah dibayarkan. Dengan demikian, masih terdapat kewajiban sekitar Rp600 juta.

“Memang ini utang-utang yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami pinjam duit waktu bulan enam. Untuk masalah utang kantor, sudah membayar sekitar Rp400 juta, sisanya Rp600 juta,” ujar Azman.

Menurut kuasa hukum, kantor Asifa sempat dibuka dengan bantuan kepolisian setelah digembok. Namun, pihak penagih utang disebut kembali datang dan memasang rantai serta gembok.

Kuasa hukum juga melaporkan dugaan ancaman yang disebut dialami Mulyati dan keluarganya.

Bantah Jamaah Ditelantarkan

Di sisi lain, Asifa membantah informasi di media sosial yang menyebut jamaah umrah ditelantarkan.

Pihak Asifa menyatakan jamaah tetap mendapatkan hotel dan konsumsi selama berada di Tanah Suci.

Jamaah disebut tetap memperoleh makan tiga kali sehari. Pihak travel juga membantah kabar bahwa jamaah tidak mendapatkan tempat menginap.

Menurut Asifa, persoalan yang terjadi berkaitan dengan tiket penerbangan. Pengembalian biaya tiket disebut telah disepakati dilakukan dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan.

Asifa juga membantah informasi yang menyebut perusahaan memiliki utang hingga Rp30 miliar.

Akui Salah Hitung Paket Umrah
Meski membantah penelantaran jamaah, pihak Asifa mengakui terdapat persoalan dalam pengelolaan paket umrah.

Kuasa hukum menyebut terjadi kesalahan perhitungan fasilitas hotel. Paket yang seharusnya menggunakan hotel bintang tiga justru menggunakan hotel bintang lima.

Perubahan juga terjadi pada penerbangan yang semula direncanakan menggunakan low cost carrier. Kondisi tersebut membuat biaya operasional meningkat.

“Memang klien kami salah menghitung paket. Yang seharusnya paket itu dipakai untuk bintang tiga, dipakai untuk bintang lima harganya,” kata pihak kuasa hukum.

Pihak Asifa menyebut telah dipanggil Kementerian Haji dan Umrah untuk menjalani klarifikasi dan mediasi terkait persoalan pelayanan jamaah.

Seluruh Jamaah Disebut Sudah Pulang

Asifa menyatakan jamaah tetap memperoleh akomodasi dan konsumsi selama perjalanan.

Pada dua hari pertama, jamaah disebut menginap di hotel bintang lima di Jeddah. Setelah itu, mereka dipindahkan ke hotel dengan fasilitas yang lebih sederhana.

Pihak Asifa menyebut perubahan tersebut merupakan penyesuaian fasilitas dengan paket perjalanan.

Jadwal kepulangan jamaah juga mengalami perubahan. Jamaah yang semula dijadwalkan pulang pada tanggal 3 disebut baru menyelesaikan kepulangan terakhir sekitar tanggal 5.

Asifa menyatakan seluruh jamaah telah kembali ke Indonesia.

Sementara itu, penggembokan kantor masih dalam proses penanganan polisi. Pihak Asifa menyebut aktivitas operasional terganggu karena kantor tidak dapat digunakan, termasuk ketika jamaah datang untuk meminta informasi terkait keberangkatan.

Nilai kerugian akibat terganggunya operasional kantor masih dihitung.

Dalam perkara tersebut, Mulyati disebut sebagai pelapor, sedangkan pihak yang dilaporkan berinisial AB. Dugaan ancaman dan penggembokan kantor masih harus dibuktikan melalui proses hukum. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

BAHASA BERITA LAINNYA»