JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Konsep musik api unggun yang selama ini menjadi ciri khas Abah Iwan Abdulrahman akan dibawa dari alam terbuka ke ruang pertunjukan.
Ketua Panitia Berlin TR Hasan mengatakan, perjumpaan musik tersebut tidak dirancang sebagai konser pada umumnya. Penonton akan diajak menikmati lagu sekaligus mendengarkan cerita di balik proses kreatif karya-karya Abah Iwan.
“Musik di alam lalu dibawa ke ranah ruang atau studio dengan penonton adalah kawan, rekan atau kolega sehingga terasa intimate,” ujar Berlin, Selasa (6/10/2026).
Istilah musik api unggun merujuk pada kebiasaan Abah Iwan membawakan lagu sambil bercerita dalam suasana informal di alam, terutama pegunungan.
Sutradara acara A’at Soeratin mengatakan konsep tersebut membuat musik Abah Iwan memiliki karakter yang berbeda. Lagu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk berbagi pengalaman dan hikmah.
“Setiap perjumpaan ini ingin dimaksudkan untuk berbagi kisah, berharap hikmah,” kata A’at.

Menurut A’at, proses penciptaan lagu Abah Iwan juga menjadi bagian dari cerita. Sejumlah karya disebut lahir melalui proses internalisasi pengalaman yang panjang. Bahkan, ada melodi yang tersimpan selama puluhan tahun sebelum akhirnya bertemu dengan lirik.
Abah Iwan juga dikenal menggunakan istilah “gubahan” untuk menyebut karya-karyanya. Ia memandang nada dan lirik sebagai sesuatu yang telah ada, kemudian digubah melalui pengalaman dan penghayatan.
Benang merah lain dalam karya Abah Iwan adalah alam. Lagu-lagunya kerap membawa pesan tentang kehidupan, rasa syukur, kebaikan, kecintaan terhadap Indonesia, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Produser musik senior Ais Suhana menilai konsistensi Abah Iwan dalam berkarya dan menyuarakan kecintaan terhadap alam membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan musik Indonesia.
Sementara Harry Koko Santoso dari Deteksi Productions menilai musik Abah Iwan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai kepada generasi berikutnya.
Konsep perjumpaan ini pun dibuat cair dan intim. Selain Abah Iwan, akan ada pengantar dari Pras serta generasi muda untuk mempertemukan pengalaman lintas generasi melalui musik.
Para penggagas berharap musik api unggun dapat kembali dihayati bukan sekadar sebagai pertunjukan, melainkan sebagai ruang untuk mendengarkan lagu, cerita, dan pengalaman yang menyertainya. (Hero)