TabloidSeleberita – Jakarta, 5 September 2025 – Fenomena gerhana bulan bukan hanya peristiwa astronomi biasa. Bagi umat Islam, momen ini merupakan kesempatan spiritual untuk mengingat kebesaran Allah SWT sekaligus memperbanyak ibadah. Salah satu amalan khusus saat terjadi gerhana bulan adalah shalat Khusuf.
Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002), hukum melaksanakan shalat Khusuf adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Tata caranya secara umum serupa dengan shalat sunnah lainnya, namun memiliki keistimewaan pada jumlah rukuk dan sujud di setiap rakaatnya.
Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat gerhana bulan memiliki tiga tingkatan:
• Tingkat minimal, yaitu dua rakaat sebagaimana shalat sunnah Zuhur.
• Tingkat pertengahan, dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud di setiap rakaat.
• Tingkat sempurna, yaitu membaca surat-surat panjang setelah Al-Fatihah, seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, atau Al-Ma’idah sesuai kemampuan, dengan rukuk dan sujud yang lama sesuai panjang bacaan.
Berikut tata cara shalat gerhana bulan (khusuf) tingkat pertengahan yang paling umum dilakukan:
• Niat shalat gerhana dibarengi takbiratul ihram:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”
• Membaca doa Iftitah.
• Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
• Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
• Rukuk pertama (lama).
• I‘tidal (bangkit dari rukuk).
• Membaca Al-Fatihah kembali.
• Membaca surat yang lebih pendek dari surat pertama.
• Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
• I‘tidal.
• Sujud pertama.
• Duduk di antara dua sujud.
• Sujud kedua.
Kemudian berdiri untuk rakaat kedua dengan tata cara serupa. Bacaan suratnya lebih pendek daripada rakaat pertama. Setelah itu, lanjutkan dengan tasyahud akhir dan tutup dengan salam.
Secara umum, shalat Khusuf memiliki gerakan mirip shalat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dan sujud di tiap rakaat. Pelaksanaan shalat ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah atas fenomena alam gerhana bulan. Wallahu a‘lam. (Hero)