Buitenstage Vol. 5 Usung Konsep Intim, Musisi Bogor, Jakarta, dan Bandung Tampil Lebih Lepas

0



BOGOR, TabloidSeleberita.com – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali hadir melalui edisi kelima yang berlangsung di Kopi Wangsa, Bogor, Kamis (9/4/2026) malam. Acara ini mempertemukan musisi dari tiga kota, yakni Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Pada edisi kali ini, Buitenstage memperkenalkan format baru dengan konsep panggung yang lebih intim serta durasi tampil yang lebih panjang bagi setiap musisi.

Langkah ini diambil untuk memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas di atas panggung.

Acara dibuka oleh duo MC Ogi dari Buitenfest dan Qenny dari Boleh Music. Penampilan kemudian dilanjutkan oleh Brokenscene yang langsung memanaskan suasana lewat musik pop punk bernuansa awal 2000-an.

Band asal Bogor tersebut membawakan sejumlah lagu seperti “We’re Friends Anyway”, “Catastrophic Love”, dan “Lost Interest”. Mereka juga menutup penampilan dengan single terbaru berjudul “At Least I Don’t Hate You”.

Setelah itu, Joanna Andrea tampil dengan nuansa yang lebih emosional. Membawa format full band, ia menyanyikan beberapa lagu seperti “Hanya Satu”, “Lepaskan”, hingga “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”.

Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi saat Joanna membawakan lagu “Tenanglah”. Lagu tersebut menjadi refleksi perjalanan pribadinya yang sempat mengalami titik sulit dalam bermusik.

Sebagai penampil penutup, RANGR menghadirkan energi berbeda lewat musik alternatif yang ekspresif. Band asal Bandung itu membuka penampilan dengan lagu “Perih” dari EP terbaru mereka, Masa Depan Kita.

Selain membawakan materi terbaru, RANGR juga menyanyikan lagu “Walau Ku Mencoba” serta beberapa lagu cover. Penampilan mereka ditutup dengan single terbaru berjudul “I’m In Pain”.

Salah satu penggagas Buitenstage, Nanang Yuswanto, mengatakan bahwa pembatasan jumlah penampil menjadi maksimal tiga musisi bertujuan agar setiap penampil memiliki waktu yang cukup di atas panggung.

“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang maksimal tanpa harus terburu-buru,” ujar Nanang.

Senada dengan itu, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menyebut konsep Buitenstage dirancang untuk menghadirkan kedekatan antara musisi dan penonton.

Menurut dia, suasana intim menjadi kunci agar karya yang dibawakan dapat lebih terasa dan diapresiasi secara langsung.

Melalui konsep tersebut, Buitenstage tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang bagi musisi independen untuk berkembang sekaligus memperkenalkan karya terbaru mereka kepada publik. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.