Budi Arie dan Projo di Tengah Dinamika Politik, Mbak Rara Lakukan Pembacaan Tarot

0

JAKARTA , TabloidSeleberita.com — Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai wacana percepatan Pemilu menjadi sorotan setelah potongan video pernyataannya bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo beredar luas. Di tengah polemik tersebut, muncul pula isu pelaporan terhadap Budi Arie terkait dugaan makar.

Namun, dalam sebuah pembacaan spiritual, paranormal Mbak Rara mencoba melihat situasi yang dihadapi Budi Arie dan organisasi relawan Projo melalui kartu tarot serta apa yang disebutnya sebagai Akashic Records.

Mbak Rara menegaskan bahwa ramalan tersebut dapat dipercaya ataupun tidak, sesuai keyakinan masing-masing. Ia kemudian membuka pembacaan mengenai perjalanan Projo dan Budi Arie di tengah dinamika politik yang berkembang.

Dalam pembacaannya, kartu Wheel of Fortune menjadi salah satu simbol utama yang muncul. “Ini ada simbol Wheel of Fortune. Jadi, buat semua yang nonton, percaya atau tidak itu silakan, monggo,” ujar Mbak Rara.

Menurut Mbak Rara, kemunculan Wheel of Fortune menggambarkan keberuntungan yang selama ini melekat pada perjalanan politik Projo, khususnya ketika organisasi relawan tersebut memberikan dukungan kepada pasangan calon dalam pemilihan presiden.

Mba Rara bahkan menyebut Projo sebagai organisasi yang memiliki semacam “jimat” dalam kontestasi Pilpres. “Kalau untuk Projo, ini simbolnya adalah bejo, beruntung. Bisa dibilang untuk Pilpres, itu ada jimat ya. Jimat Projo,” katanya.

Mbak Rara kemudian mengaitkan simbol tersebut dengan sejarah dukungan Projo terhadap Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019, sebelum beralih memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Menurut dia, Budi Arie merupakan salah satu tokoh relawan yang sejak awal ikut mendorong pencalonan Jokowi dan kemudian mengambil sikap mendukung Prabowo-Gibran.

“Di 2024, Pak Budi Arie ini termasuk orang pertama yang mendukung Pak Prabowo dan Mas Gibran, lalu diikuti oleh relawan-relawan lainnya,” tutur Mba Rara.

Bagi Mbak Rara, perpindahan dukungan tersebut bukan sesuatu yang sederhana karena terdapat perbedaan pilihan politik di antara kelompok relawan. Ia menilai Budi Arie memiliki peran dalam upaya menyatukan relawan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pembacaan kemudian berlanjut pada kemungkinan masa depan Projo. Mbak Rara mempertanyakan apakah organisasi relawan tersebut akan berubah menjadi partai politik.

“Apakah Projo akan menjadi partai? Di sini masih konsolidasi sih, masih konsolidasi, masih diobrolin dulu,” kata Mba Rara.

Dalam pembacaan kartu berikutnya, muncul simbol The Star yang menurut Mbak Rara akan membuat Projo dan Budi Arie tetap menjadi perhatian dalam perjalanan politik ke depan.

Sorotan lain dalam pembacaan Mbak Rara adalah isu dugaan makar yang dikaitkan dengan Budi Arie.

Sebelumnya, dalam percakapan mengenai polemik pernyataan Budi Arie, Silas Dutu menilai pernyataan Ketua Umum Projo tersebut sebagai sesuatu yang masih berada dalam ruang demokrasi.

“Apa yang disampaikan Budi Arie itu, saya pikir itu normal dalam alam demokrasi ini,” kata Silas.

Ia menilai pernyataan Budi Arie dapat dipandang sebagai penilaian, persepsi, atau pendapat terhadap berbagai dinamika politik yang sedang berlangsung.


Silas juga menyinggung posisi kelompoknya sebagai pendukung Prabowo. Bahkan, ia menyebut kelompok tersebut bukan sekadar pendukung, melainkan pihak yang sejak awal ikut mendorong agar Prabowo dicalonkan.

“Jadi kalau Saudara mengklaim hanya Saudara adalah pencinta atau pendukung yang benar-benar asli, saya pikir itu hanya alibi saja,” ujar Silas.

Sementara itu, dalam pembacaan tarotnya, Mbak Rara mengatakan kabar mengenai pelaporan terhadap Budi Arie memang menjadi bagian dari situasi yang sedang berkembang.

“Untuk kasus ini Pak Budi Arie kabarnya dilaporkan oleh relawan Prabowo untuk makar, ya. Nah, apakah nanti akan jadi seperti itu? Apakah akan dilaporkan? Jawabannya, ya ini rumornya akan dilaporkan,” kata Mbak Rara.

Meski demikian, ia tidak melihat situasi tersebut sebagai sesuatu yang akan berkembang menjadi persoalan serius bagi Budi Arie.

Menurut pembacaan Mba Rara, aura dan pamor Budi Arie masih kuat. Kartu yang muncul disebutnya menunjukkan elemen tanah yang menggambarkan kondisi relatif stabil. “Di sini secara pamor, secara aura, Pak Budi Arie masih kuat, ya. Jadi nantinya itu di sini masih elemen tanah. Baik-baik saja, tidak akan ada terjadi masalah yang serius,” ujarnya.

Mbak Rara juga menunjukkan kartu Queen of Swords dalam pembacaannya. Ia kemudian menggambarkan Budi Arie sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan praktik spiritual dan doa.
Selain itu, kembali muncul simbol The Star yang menurutnya menjadi pertanda mengenai posisi Projo dan Budi Arie ke depan.

Dalam konteks loyalitas politik, Mbak Rara menilai Budi Arie tetap memiliki garis hubungan yang baik dengan Joko Widodo maupun pemerintahan yang saat ini dipimpin Prabowo-Gibran.

Ia menyebut Budi Arie sebagai “loyalis sejati” dan menilai perjalanan Projo tidak dapat dilepaskan dari sejarah dukungannya terhadap Jokowi hingga kemudian beralih kepada Prabowo-Gibran.

Mbak Rara juga menilai hubungan silaturahmi antara Projo, Budi Arie, dan sejumlah tokoh politik masih dapat dipertahankan. “Silaturahminya tetap terjaga, nanti akan diperbaiki. Dengan Pak Jokowi bagaimana? Ya Pak Jokowi ya tetap baik,” katanya.

Pada bagian akhir pembacaannya, Mbak Rara memberikan pesan agar Budi Arie dan Projo tetap dirangkul di tengah dinamika politik.

“Saranku, karena sudah ada simbol keberuntungan, hoki ini, ya Pak Budi Arie tetap harus dirangkul,” ujar Mba Rara.

Bagi Mbak Rara, simbol Wheel of Fortune, The Star, dan kartu lainnya yang muncul dalam pembacaan menjadi gambaran bahwa perjalanan Projo masih memiliki ruang dalam dinamika politik nasional.

Meski demikian, seluruh pembacaan tersebut merupakan interpretasi spiritual dan tarot, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai keputusan politik, proses hukum, ataupun masa depan seseorang maupun organisasi. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.