JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Persaingan global menuntut generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kreatif, mandiri, dan memiliki wawasan internasional.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan Yayasan BAIK mendorong akses pendidikan internasional bagi generasi muda Indonesia.
Melalui pendampingan yang diberikan, Yayasan BAIK berupaya menjadikan pendidikan internasional sebagai salah satu pintu bagi generasi muda untuk memperluas pengalaman belajar sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah lulus.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menempatkan pengembangan potensi peserta didik sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan nasional.
Regulasi tersebut juga menekankan pentingnya pendidikan dalam menghadapi tuntutan perubahan kehidupan, baik di tingkat lokal, nasional maupun global.

Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pendidikan Formal
Di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, pendidikan formal perlu diikuti dengan pengalaman dan wawasan yang lebih luas.
Pendidikan internasional dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan generasi muda pada lingkungan akademik dan perspektif yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik membangun kemampuan beradaptasi sekaligus memahami dinamika global.
Bagi Yayasan BAIK, akses terhadap pendidikan internasional karena itu tidak hanya dipandang sebagai kesempatan untuk belajar di luar negeri.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana peserta didik memperoleh pendampingan sehingga mampu menentukan pilihan pendidikan, mempersiapkan diri, dan memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bekal setelah menyelesaikan studi.
Perkuat Daya Saing SDM Indonesia
Isu peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari kerangka pendidikan tinggi di Indonesia.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyebut pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Regulasi tersebut juga menekankan kebutuhan pendidikan tinggi yang mampu mendukung peningkatan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi.
Dalam konteks itu, pengalaman pendidikan internasional dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kapasitas generasi muda Indonesia.
Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti kesiapan. Peserta didik tidak hanya dituntut mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga memiliki kemandirian, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, serta kesiapan menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif.
Pendampingan Jadi Jembatan
Yayasan BAIK berharap pendampingan yang dilakukan dapat menjadi jembatan bagi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk mengenal dan mengakses peluang pendidikan internasional.
Pendampingan tersebut sekaligus diarahkan agar pengalaman pendidikan yang diperoleh tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Generasi muda diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, jejaring, serta perspektif global yang kemudian menjadi modal untuk berkontribusi di Indonesia.
Dengan demikian, pendidikan internasional bukan sekadar pilihan untuk menempuh studi di luar negeri. Lebih jauh, akses tersebut dapat menjadi bagian dari strategi mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia agar lebih siap menghadapi perubahan dan persaingan di tingkat global.