Brothersphere Jakarta dan Superglad Kenang Jejak Dadi Yudisthira Lewat Tribute

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Brothersphere Jakarta menggelar kunjungan silaturahmi kepada band rock Indonesia, Superglad, sekaligus memberikan penghormatan kepada mendiang mantan gitaris Superglad, Dadi Yudisthira Pringgohadi.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh haru. Selain mempererat hubungan antarmusisi, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan serta kontribusi Dadi Yudisthira di dunia musik Indonesia.

Dadi merupakan bagian dari Superglad sejak awal terbentuknya band tersebut. Setelah bertahun-tahun berkarier bersama, Dadi memutuskan untuk mundur dari Superglad pada 2019.

Meski demikian, jejaknya tetap menjadi bagian dari perjalanan band yang dikenal di kancah musik rock Tanah Air tersebut.

Semasa hidup, Dadi juga dikenal sebagai musisi sekaligus songwriter. Selain bersama Superglad, ia pernah terlibat dalam kolektif musik The Chronicles Of Happiness Ride And Services.

Tribute untuk Dadi Yudisthira

Penghormatan kepada Dadi kemudian diwujudkan melalui acara bertajuk “Superglad Kemarin Hari Ini Selamanya”.

Dalam acara tersebut, Superglad tampil bersama sejumlah musisi, seniman, dan rekan kolaborasi.

Mereka di antaranya Jimmy Multhazam, Eet Sjahranie, Dedi Lisan, Eka Annash, Acica Robokop, Rey Marshall, Melanie Subono, Ombags, Orkes Nunung CS, dan Tenholes.
Kehadiran para musisi tersebut turut memperlihatkan luasnya relasi serta perjalanan Dadi di lingkungan musik Indonesia.

Selain penampilan musik, pertemuan itu diisi dengan perbincangan dan pertukaran cerita mengenai perjalanan karier bermusik.

Sejumlah kenangan mengenai Dadi juga kembali dibicarakan sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan terhadap sosok yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan Superglad.

Brothersphere: Dadi Bukan Sekadar Musisi

Brothersphere Jakarta menyebut kegiatan tersebut tercetus dari kerinduan sekaligus apresiasi terhadap karya-karya yang ditinggalkan Dadi.

Bagi mereka, Dadi memiliki arti lebih dari sekadar seorang musisi yang tampil di atas panggung.

“Bagi kami, Dadi bukan sekadar seorang musisi yang handal di atas panggung, melainkan figur sahabat dan bagian dari keluarga besar yang energi positifnya selalu dirasakan oleh banyak orang,” ujar perwakilan Brothersphere Jakarta.

Karena itu, tribute tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kembali orang-orang yang pernah memiliki hubungan dengan Dadi, baik dalam konteks musik maupun persahabatan.

Melalui “Kemarin, Hari Ini, Selamanya”, Superglad dan Brothersphere Jakarta tidak hanya mengenang perjalanan seorang mantan anggota band, tetapi juga merayakan warisan pertemanan dan karya yang ditinggalkan Dadi Yudisthira.

Bagi dunia musik, kepergian seorang musisi bukan berarti berakhirnya pengaruh yang pernah ia tinggalkan. Karya, cerita, dan hubungan yang terbangun selama perjalanan kariernya dapat terus menjadi bagian dari ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.