JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Idgitaf menyiapkan format berbeda untuk memperkenalkan album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan.
Alih-alih menggelar konser musik biasa, Idgitaf akan membawa album tersebut ke atas panggung melalui pementasan semi-teatrikal bertajuk “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan”.
Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung di Kuningan City Ballroom, Jakarta, pada 18 September 2026.
Dalam pementasan tersebut, Idgitaf tidak hanya bernyanyi. Ia akan memainkan karakter bernama Air dan beradu peran dengan karakter Api.
Kedua karakter itu menjadi bagian dari cerita yang dibangun untuk menjelaskan gagasan di balik album Berusaha di Bawah Hujan.
“Album ini untuk orang-orang yang memilih jalan hidup yang enggak menyenangkan untuk orang lain. Ada pilihan hidup kita yang enggak bikin orang lain senang, tapi kita pilih karena itu buat kita bahagia,” kata Idgitaf dalam konferensi pers.
Idgitaf Belajar Akting dan Menari
Konsep semi-teatrikal membuat Idgitaf harus mempersiapkan kemampuan lain di luar bernyanyi.
Ia menjalani persiapan mulai dari menyusun setlist, berlatih akting hingga mempelajari koreografi untuk kebutuhan pementasan.

“Sekarang aku sedang menyiapkan semuanya. Mulai dari setlist, persiapan acting, sampai belajar beberapa tarian yang akan ditampilkan,” ujar Idgitaf.
Bagi Idgitaf, format tersebut merupakan tantangan karena ia harus keluar dari zona nyaman sebagai penyanyi.
Ia mengaku sempat memiliki keraguan terhadap kemampuan dirinya, tetapi memilih menjalani proses tersebut sebagai upaya untuk menembus batas diri.
“Ini menembus limitasi diri aku sendiri. Aku banyak meragukan diri aku sendiri, tapi aku yakin bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Hindia dan Dere Jadi Kolaborator
Selain konsep pementasan, kehadiran sejumlah kolaborator menjadi bagian penting dalam pertunjukan tersebut.
Dua di antaranya adalah Hindia dan Dere yang sebelumnya terlibat dalam album Berusaha di Bawah Hujan.
Hindia berkolaborasi dengan Idgitaf melalui lagu “Masih Ada Cahaya”, sementara Dere terlibat dalam lagu “Setengah Langit”.
Keduanya nantinya akan hadir langsung dalam pementasan.
Idgitaf juga mengajak sejumlah nama lain, yakni Jebung, Rifqi FTR, Dandy, New Pusat Dunia (NPD), dan Lomba Sihir.
Menurut Idgitaf, pemilihan kolaborator tersebut tidak dilakukan secara acak.
Sebagian dari mereka merupakan orang-orang yang memiliki hubungan dengan perjalanan kariernya sejak awal.
“Sebagian dari mereka itu part of the story,” ujar Idgitaf.
Ia menyebut Jebung, Rifqi FTR, dan Dandy sebagai teman yang telah mendukung perjalanan kariernya sejak masih aktif sebagai kreator konten.
Sementara itu, keterlibatan Lomba Sihir berkaitan dengan kontribusi salah satu personelnya dalam proses pengerjaan beberapa lagu di album Berusaha di Bawah Hujan.
Siapkan Kolaborator Rahasia
Idgitaf juga masih menyimpan satu kejutan untuk penonton.
Ia mengungkapkan adanya seorang kolaborator spesial yang belum diumumkan kepada publik.
Kolaborator tersebut akan membawakan lagu baru yang hingga kini belum dirilis maupun ditampilkan di panggung mana pun.
Lagu itu disebut berkaitan dengan lagu “Berakhir di Aku” dan menjadi pengembangan cerita dari karya sebelumnya.
Identitas kolaborator tersebut sengaja dirahasiakan hingga hari pementasan.
Penonton Bisa Ikut Bermain
“Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” juga dirancang agar penonton tidak hanya duduk menyaksikan pertunjukan.
Promotor Katarsis Live menyiapkan sejumlah aktivitas interaktif yang terinspirasi dari identitas koboy yang menjadi bagian dari karakter Idgitaf.
Beberapa permainan yang disiapkan antara lain Rodeo Bull, Lasso Toss, dan Pull The Bull.
CEO Katarsis Live Reyhana Zain mengatakan berbagai elemen tersebut dirancang untuk menerjemahkan ide kreatif Idgitaf menjadi pengalaman pertunjukan yang lebih menyeluruh.
“Kami selalu ingin menghadirkan pertunjukan musik yang dapat berarti dan dirasakan oleh penonton,” kata Reyhana.
Selain itu, penonton juga dapat menikmati photospot dan merchandise eksklusif.
Khusus pemegang tiket kategori Cahaya, tersedia sesi talkshow IDGITALKShow bersama Duo Bahlul.
Tiket Mulai Rp159.000
Tiket “Pementasan Berusaha di Bawah Hujan” tersedia dalam tiga kategori.
Kategori Hujan dijual seharga Rp159.000, Mendung Rp259.000, dan Cahaya Rp349.000.
Penyelenggara juga menyediakan pilihan tempat duduk tribun agar penonton dapat menyaksikan keseluruhan pementasan dengan lebih nyaman.
Tiket dapat dibeli melalui situs resmi Idgitaf.
Sementara itu, album Berusaha di Bawah Hujan dirilis Idgitaf pada 15 Mei 2026.
Album studio kedua tersebut mencatat pencapaian pada pekan pertama perilisan setelah masuk dalam jajaran Spotify Top Weekly Debut Albums Global.
Lewat pementasan ini, Idgitaf ingin membawa cerita dalam albumnya ke bentuk yang lebih utuh.
Ia berharap penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga mendapatkan pesan mengenai keberanian menentukan pilihan hidup.
“Biar mereka pulang dengan kepuasan dan keyakinan kalau mereka juga bisa menentukan hidupnya tanpa harus mempertimbangkan apa yang orang lain inginkan dari dirinya,” ujar Idgitaf. (Hero)