JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Fenomena jasa spiritual di media sosial terus berkembang dan semakin mudah ditemukan. Berbagai layanan seperti pengasihan, penerawangan, buka aura, hingga konsultasi supranatural kini dipromosikan secara terbuka di berbagai platform digital. Namun di tengah maraknya tren tersebut, masyarakat diminta lebih waspada terhadap praktik penipuan yang memanfaatkan kondisi emosional seseorang.
Praktisi supranatural, MS Alfa, mengatakan banyak oknum memanfaatkan keresahan masyarakat dengan menawarkan janji-janji yang terdengar meyakinkan. Menurutnya, masyarakat perlu lebih kritis sebelum mempercayai seseorang yang mengaku memiliki kemampuan spiritual tertentu.
“Banyak orang datang ke dunia spiritual karena sedang punya masalah hidup, hubungan, atau pekerjaan. Kondisi seperti itu sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan,” ujar MS Alfa dalam wawancara daring.
Ia menjelaskan, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah klaim keberhasilan yang terlalu tinggi. Menurutnya, tidak sedikit akun spiritual yang berani menyebut hasil bacaannya sangat akurat hingga menggunakan angka persentase seperti 90 persen atau bahkan hampir sempurna.
“Kalau terlalu sering menonjolkan kata akurat, resonate, atau menjanjikan hasil hampir pasti, masyarakat sebaiknya jangan langsung percaya. Hal-hal spiritual tidak bisa diukur secara mutlak,” katanya.
MS Alfa menilai sebagian pelaku sengaja memakai kalimat yang terdengar spesifik padahal sebenarnya masih sangat umum dan bisa dirasakan banyak orang. Teknik seperti itu membuat seseorang merasa sedang dibaca secara detail, meski informasi yang diberikan sebenarnya tidak benar-benar mendalam.
Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya akun jasa spiritual yang tidak memperlihatkan identitas asli maupun wajah mereka. Menurutnya, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap pihak yang sepenuhnya anonim.
“Kalau identitasnya sama sekali tidak jelas, orang juga akan kesulitan meminta pertanggungjawaban ketika terjadi masalah. Transparansi itu penting,” ujarnya.
Menurut MS Alfa, masyarakat juga perlu memperhatikan konsistensi informasi yang diberikan oleh seorang praktisi. Bila seseorang mengaku mampu membaca kehidupan orang lain secara rinci namun keterangannya sering berubah atau bertolak belakang, maka hal tersebut patut dipertanyakan.
“Jangan hanya percaya karena cara bicaranya meyakinkan. Perhatikan juga apakah informasi yang disampaikan konsisten atau tidak,” jelasnya.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpukau dengan berbagai label seperti “indigo”, “master spiritual”, atau “ahli supranatural”. Menurutnya, gelar semacam itu saat ini mudah digunakan sebagai pencitraan di media sosial.
“Sekarang siapa saja bisa memakai label tertentu. Yang penting justru bagaimana cara mereka berbicara, apakah masuk akal, tidak menakut-nakuti, dan tidak memanfaatkan kelemahan orang lain,” katanya.
MS Alfa juga menyinggung maraknya jasa pelet dan pengasihan yang banyak beredar di internet. Menurutnya, masyarakat perlu berpikir lebih rasional ketika ada pihak yang menjanjikan seseorang bisa mendapatkan pasangan atau mengembalikan hubungan dalam waktu singkat.
Ia menilai kehidupan pribadi seseorang yang menawarkan jasa tersebut juga bisa menjadi bahan pertimbangan sederhana sebelum mempercayai klaim yang diberikan.
“Kalau seseorang mengaku bisa membantu urusan asmara orang lain, masyarakat tentu boleh mempertanyakan apakah kehidupannya sendiri sesuai dengan yang dijanjikan,” ujarnya.
Ia kemudian mengibaratkan hal tersebut seperti seorang teknisi yang setidaknya mampu menangani barang miliknya sendiri sebelum menawarkan jasa kepada orang lain.
Karena itu, MS Alfa mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji instan, apalagi jika mulai diarahkan untuk terus mengirim uang dengan berbagai alasan ritual tambahan, mahar, atau syarat tertentu.
“Kalau sudah ada tekanan, janji berlebihan, atau permintaan uang terus-menerus, masyarakat harus mulai waspada. Tetap gunakan logika dan jangan mudah dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan dari masalah pribadi orang lain,” tutupnya. (Hero)