TabloidSeleberita – Padang, 22 Juli 2025 – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), KH Moch. Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, kembali menekankan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji. Hal ini dinilai krusial untuk menyempurnakan proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang akan dimulai sejak Agustus 2025, seiring kebijakan dan timeline baru dari Pemerintah Arab Saudi.
Dalam kuliah umum bertema “Kebijakan Penyelenggaraan Haji dan Kontribusi Perguruan Tinggi” di Auditorium Universitas Negeri Padang, Gus Irfan mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi kini mewajibkan seluruh negara pengirim jemaah haji untuk menyesuaikan jadwal dan tahapan teknis yang telah ditetapkan.
“BP Haji terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kami menyesuaikan seluruh proses persiapan agar sesuai dengan standar dan jadwal yang ditentukan, demi menyempurnakan pelayanan jemaah haji Indonesia tahun depan,” jelas Gus Irfan di hadapan civitas akademika.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Undang-Undang Haji yang baru sangat dibutuhkan untuk memperkuat kelembagaan, memperjelas otoritas pengelolaan, serta memperlancar koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pihak Arab Saudi.
Gus Irfan menyampaikan bahwa BP Haji memiliki visi strategis melalui konsep Tri Sukses Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Konsep ini terdiri dari tiga pilar utama:
• Sukses Ritual: Menjamin jemaah dapat menunaikan ibadah dengan aman, khusyuk, dan penuh kedamaian.
• Sukses Ekosistem Ekonomi: Mengoptimalkan potensi ekonomi haji untuk memberdayakan UMKM halal, industri logistik, layanan keuangan syariah, dan teknologi pelayanan.
• Sukses Peradaban dan Keadaban: Mendorong jemaah menjadi duta Islam yang berkarakter bersih, tertib, toleran, dan moderat di mata dunia.
Dengan revisi UU Haji dan Umrah yang diharapkan segera disahkan, BP Haji menyatakan kesiapan penuh untuk mewujudkan peningkatan kualitas layanan jemaah dan menjadikan penyelenggaraan haji 2026 sebagai momentum perbaikan menyeluruh.
“Penyelenggaraan haji ke depan akan jauh lebih baik di bawah pengelolaan BP Haji. Kami siap melayani jemaah secara maksimal dengan fondasi kelembagaan yang kuat dan visi yang jelas,” tutup Gus Irfan yang juga cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini. (Hero)