Wokcop Pictures Garap Film Drama Keluarga Surat Ke 8, Angkat Luka Emosional dan Cinta Lintas Generasi

0

TANGERANG SELATAN, TabloidSeleberita.com — Rumah produksi Wokcop Pictures resmi memulai proses produksi film drama keluarga terbaru berjudul Surat Ke 8. Film ini mengusung kisah emosional tentang cinta tanpa syarat dalam keluarga, sekaligus menyoroti jarak batin antargenerasi yang kerap terjadi dalam kehidupan modern.

Mengangkat isu generation gap, Surat Ke 8 menggambarkan dinamika hubungan orang tua dan anak yang dipenuhi perasaan terpendam, pengorbanan, serta upaya saling memahami. Cerita berkembang melalui kehadiran surat-surat misterius yang perlahan membuka ruang komunikasi dan rekonsiliasi dalam sebuah keluarga.

Film ini mempertemukan Aurora Ribero, Arief Didu, dan Unique Priscilla dalam satu layar, menghadirkan interaksi lintas usia yang menjadi fondasi emosi cerita. Aurora Ribero dipercaya memerankan tokoh Cahaya dan mengaku langsung tertarik sejak pertama membaca naskahnya.

“Ceritanya sederhana tapi sangat dalam. Surat Ke 8 terasa dekat dengan kehidupan banyak orang karena membahas peran anak, orang tua, hingga pasangan. Kemasannya simpel, tetapi emosinya kuat dan berlapis,” ujar Aurora.

Disutradarai oleh Franklin Darmadi, film ini menggunakan surat sebagai medium simbolik yang merepresentasikan komunikasi paling jujur dan personal. Franklin menegaskan bahwa Surat Ke 8 tidak hanya berkisah tentang kehilangan, tetapi juga tentang bagaimana cinta bekerja dalam keheningan dan keikhlasan.

“Surat-surat itu menjadi jembatan bagi hati yang terpisah. Film ini ingin menunjukkan bahwa merelakan bukan sebuah kekalahan, melainkan bentuk tertinggi dari cinta dan pengorbanan,” kata Franklin.

Aktor senior Arief Didu, yang memerankan sosok ayah bernama Fajar, menilai film ini sangat relevan dengan kondisi keluarga masa kini. Menurutnya, banyak konflik keluarga muncul bukan karena kurangnya kasih sayang, melainkan karena komunikasi yang terhambat.

“Seorang ayah pada dasarnya hanya ingin anaknya baik-baik saja. Namun sering kali niat itu tidak tersampaikan dengan cara yang tepat, sehingga menimbulkan jarak emosional,” tutur Arief.

Sementara itu, Unique Priscilla yang berperan sebagai Mentari melihat Surat Ke 8 sebagai potret reflektif tentang peran seorang ibu dalam keluarga. Ia menyebut sosok ibu kerap menjadi penghubung emosional di tengah perbedaan pandangan antaranggota keluarga.

“Menjadi ibu itu tidak mudah. Ia sering berada di tengah, menjaga komunikasi agar tetap berjalan, apa pun situasinya,” ujar Unique.

Melalui pendekatan yang intim dan reflektif, Surat Ke 8 diharapkan mampu mengajak penonton merenungkan kembali arti empati, komunikasi, dan penerimaan dalam keluarga. Film ini menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat pulang, melainkan ruang untuk belajar memahami, menerima, dan melepaskan.

Perkembangan terbaru film Surat Ke 8 dapat diikuti melalui akun Instagram @filmsuratke8 dan @wokcop.pictures, serta kanal YouTube resmi Wokcop Pictures. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.