“Visinema Resmikan Lineup Bintang Ratu Malaka: Proyek Aksi Besar Angga Dwimas Sasongko Siap Hantam Layar Lebar 2027”
TabloidSeleberita – Yogyakarta, 3 Desember 2025 — Langit JAFF Market 2025 seakan menggelegar oleh pengumuman terbaru Visinema: deretan aktor utama untuk film aksi kontemporer Ratu Malaka (Queen of Malacca) akhirnya diperkenalkan ke publik.
Karya terbaru Angga Dwimas Sasongko ini diproyeksikan menjadi salah satu film aksi terbesar yang pernah dibuat Visinema, dengan skala produksi luas dan tensi cerita yang disusun seperti rangkaian denyut nadi yang tak pernah benar-benar tenang. ⚡️
Visinema menghadirkan komposisi pemain yang tak hanya populer, tetapi juga dikenal lewat karakter kuat dan ketajaman akting.

Daftar nama yang diumumkan antara lain:
• Claresta Taufan
• Jihane Almira
• Lutesha
• Dion Wiyoko
• Faris Fadjar
Mereka dipadukan dengan dua aktris berpengalaman yang memegang peran strategis: Wulan Guritno dan Marcella Zalianty. Kombinasi generasi baru dan senior ini membentuk keseimbangan menarik dalam lanskap dunia kriminal yang menjadi napas film.
Setelah dua tahun tidak duduk di kursi sutradara, Angga Dwimas Sasongko kembali lewat proyek yang disebutnya sebagai “film paling ambisius dalam kariernya”.
Ia menulis naskah bersama Irfan Ramli, kolaborator yang sebelumnya sukses bekerja dengannya di 13 Bom di Jakarta. Irfan, yang meraih Piala Citra FFI 2023 untuk 24 Jam Bersama Gaspar, kembali menyuntikkan kekuatan naratif yang menjadi tulang punggung cerita.
“Rasanya seperti pulang. Dunia Ratu Malaka kami bangun dengan intensitas, detail, dan keberanian yang mungkin belum pernah saya lakukan sebelumnya,” ujar Angga.
Ratu Malaka mengorbit pada perjalanan tiga perempuan berpengaruh yang memilih jalannya masing-masing dalam dunia kriminal yang mereka kuasai.
Mereka diperankan oleh:
• Claresta Taufan
• Wulan Guritno
• Marcella Zalianty
Persaingan, pilihan, dan hubungan mereka membentuk ketegangan emosional yang menggerakkan keseluruhan cerita. Dukungan cast lain seperti Ganindra Bimo, Lutesha, dan Faris Fadjar memperkaya dinamika antar karakter.
Produser Kori Adyaning menegaskan bahwa kekuatan film terletak pada perspektif tiga karakter perempuan yang memimpin narasi:
“Pengaruh mereka menggerakkan dunia cerita dengan cara yang berani dan sangat sinematik.”
Claresta Taufan, yang melakukan debut di film aksi, mengakui bahwa produksi ini membawanya ke wilayah baru:
“Ada adrenalin yang tidak bisa saya jelaskan. Rasanya seperti menemukan diri saya yang lain,” katanya.
Untuk memastikan standar aksi mencapai level internasional, Visinema menggandeng Chan Man-ching, koreografer laga yang rekam jejaknya menghiasi film-film Jackie Chan dan Rush Hour.
Keahliannya membawa gerak yang presisi, estetis, dan berkarakter—membangun identitas aksi Ratu Malaka agar memiliki napas yang berbeda dari film aksi lokal sebelumnya.
Saat ini Ratu Malaka tengah memasuki masa produksi intensif. Dengan jajaran pemain kuat, kolaborasi penulis peraih penghargaan, serta arahan sutradara yang kembali dengan visi besar, film ini diposisikan sebagai salah satu produksi paling ditunggu pada tahun 2027.
Visinema seolah menyalakan obor baru dalam lanskap film aksi Indonesia—sebuah janji bahwa dunia Ratu Malaka akan hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai pengalaman layar lebar yang penuh tenaga. (Hero)