Tahlilan 7 Hari Wafatnya Titiek Puspa Digelar di PTIK Jakarta, Inul hingga Vina Panduwinata Beri Penghormatan

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 17 April 2025 – Tepat tujuh hari sejak kepergian legenda musik Indonesia, Titiek Puspa, keluarga besar menggelar acara tahlilan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/4). Acara ini dihadiri oleh para kerabat, sahabat, tokoh musik, hingga artis-artis papan atas yang turut mengenang sosok sang maestro.

Dari pantauan di lokasi, suasana berlangsung khidmat sejak pukul 18.00 WIB. Para tamu hadir mengenakan pakaian putih sebagai bentuk penghormatan terakhir, sesuai dengan ketentuan yang juga diterapkan saat pemakaman.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Mbak Titiek bukan hanya legenda, tapi ibu bagi banyak penyanyi generasi kami,” ujar Inul Daratista yang hadir bersama suami, Adam Suseno.

Vina Panduwinata pun tampak larut dalam suasana haru. Ia mengenang Titiek Puspa sebagai sosok yang sangat peduli terhadap musisi muda dan selalu menyebarkan semangat dalam berkarya.

Acara tahlilan ini juga dihadiri oleh Indrawati Wijaya atau Acin dari Musica Studios, label yang menaungi perjalanan karier panjang Titiek Puspa. Kehadiran Acin menjadi bentuk penghormatan dari rumah rekaman yang telah menjadi bagian dari hidup dan warisan karya almarhumah.

Titiek Puspa Meninggal Dunia karena Pendarahan Otak

Titiek Puspa meninggal dunia pada 10 April 2025 setelah menjalani perawatan intensif selama 15 hari akibat pendarahan otak. Kabar duka ini mengguncang dunia hiburan, mengingat peran pentingnya sebagai pelopor musik pop Indonesia dan pencipta lagu-lagu legendaris.

Meski sempat mengutarakan keinginan untuk dimakamkan di Temanggung, Jawa Tengah—dekat dengan makam ayah dan ibunya—keluarga memutuskan untuk memakamkannya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, agar lebih mudah dikunjungi para kerabat dan sahabat.

Warisan Karya dan Cinta Titiek Puspa untuk Musik Indonesia

Sepanjang kariernya, Titiek Puspa dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga pencipta lagu, aktris, dan figur inspiratif. Karya-karyanya seperti “Bing”, “Kupu-Kupu Malam”, dan “Marilah Kemari” menjadi lagu abadi yang dikenang lintas generasi.

Perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi diabadikan dalam berbagai penghargaan, termasuk Lifetime Achievement dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan berbagai apresiasi kebudayaan dari pemerintah.

Kini, kepergiannya menyisakan duka mendalam, namun juga mengukuhkan warisan karya dan semangat berkesenian yang tak lekang oleh waktu. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.