Sigit Wardana Sentuh Luka Batin Lewat Single “Luka Tak Berdarah”, Lagu Paling Mellow dan Gelap dalam Kariernya

0

TabloidSeleberita – Jakarta, 27 Oktober 2025 — Penyanyi sekaligus pencipta lagu Sigit Wardana kembali hadir dengan karya terbaru yang penuh makna dan emosi. Setelah dikenal lewat lagu-lagu bernuansa ringan dan hangat seperti “Kisah Hidup Bapak-bapak”, kali ini Sigit mengeksplorasi sisi terdalam dari rasa kehilangan lewat single terbarunya yang berjudul “Luka Tak Berdarah” (LTB).

Berbeda dari rilisan sebelumnya, “Luka Tak Berdarah” menggambarkan sakitnya kehilangan yang tak tampak secara fisik — luka yang tidak berdarah namun meninggalkan bekas mendalam di hati. “Lagu ini tentang rasa kehilangan yang tidak terlihat. Sakitnya nyata, tapi tak tampak di luar. Rindunya besar, dan penyesalannya juga ada,” ungkap Sigit.

Melalui lagu ini, Sigit ingin mengajak pendengar untuk tidak meremehkan luka yang tak terlihat, serta belajar berempati terhadap perasaan orang lain. Pesan itu diperkuat oleh lirik yang puitis dan aransemen musik yang lembut namun emosional.

Menariknya, lagu ini bukan ditulis oleh Sigit sendiri, melainkan oleh Alexander Ongko, gitaris band Halus Lembut. Awalnya, lagu ini diciptakan untuk penyanyi lain, namun akhirnya “berjodoh” dengan Sigit. “Begitu pertama kali mendengar, saya langsung merasa ini lagu saya banget. Ternyata penyanyi yang seharusnya membawakan tidak jadi, dan akhirnya lagu ini sampai ke saya,” jelas Sigit.

Proses produksi “Luka Tak Berdarah” berlangsung relatif singkat, sekitar satu hingga dua bulan, dengan M. Aditia Sahid (Acoy) dari Rocker Kasarunk sebagai produser musik dan Cathyn Hartanesthy (Sun Of Monday) di bagian vokal latar. Namun, Sigit mengaku tantangan terbesar adalah menangkap emosi halus di vokal dan memilih aransemen yang tidak menutupi kekuatan liriknya.

Menurut Fransiscus Eko, co-executive producer, lagu ini menjadi salah satu karya paling “gelap” yang pernah dibawakan Sigit. “Kalau biasanya lagu-lagu Sigit itu ringan dan easy listening, Luka Tak Berdarah ini justru menunjukkan sisi lain dirinya. Dark, emosional, tapi tetap elegan,” ujarnya.

Untuk visual, Sigit memilih mawar hitam sebagai simbol utama dalam artwork single ini. “Mawar itu indah, tapi warna hitam memberi kesan kesepian dan kesedihan. Jadi saya minta anak pertama saya, Naralifa, untuk menggambarnya agar terasa lebih personal,” tutur Sigit.

Video musik “Luka Tak Berdarah” juga tampil unik dengan konsep syuting di dalam lift. Menurut Fransiscus Eko, ide ini telah lama direncanakan namun baru bisa direalisasikan di proyek ini. Dalam video tersebut, Sigit digambarkan bertemu berbagai orang dengan masalah hidup berbeda — menggambarkan realita kesedihan manusia di ruang terbatas.

Yang menarik, proses pengambilan gambar dilakukan dengan teknik one take video, artinya seluruh adegan direkam tanpa potongan. Video ini disutradarai oleh Farid Zafran, yang juga merangkap sebagai DOP.

Dalam video musik “Luka Tak Berdarah”, Sigit turut menggandeng tiga solois muda berbakat dari manajemen yang sama, yakni Efah Aaralyn, Assalova Schissandra, dan Violinata Ibanez.

• Efah Aaralyn berperan sebagai pemain band, dan dikenal lewat lagu “Crush” serta “Ingat Ingat Pesan Mama” (OST Mama: Pesan Dari Neraka).
• Assalova Schissandra, penyanyi berhijab asal Purwokerto dengan 21 single, tampil sebagai perempuan yang baru saja kehilangan pekerjaan.
• Sementara Violinata Ibanez, penyanyi muda berusia 19 tahun yang segera merilis single debut “Misteri Cinta”, menjadi tokoh utama dengan akting emosional dalam adegan pertengkaran di lift.

Setelah perilisan “Luka Tak Berdarah”, Sigit Wardana akan fokus pada promosi single ini sambil menyiapkan rilisan berikutnya. Lewat karya ini, Sigit bukan hanya menunjukkan kedewasaan musikal, tapi juga kedalaman rasa dalam menghadirkan luka yang tak terlihat — namun begitu nyata dirasakan.
(Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.