BANJAR, TabloidSeleberita.com — Siti Nur Adlina, siswi Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Hidayatullah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.
Adlina menjadi salah satu dari dua wakil Kalimantan Selatan yang berhasil lolos seleksi Paskibraka nasional untuk bertugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Siswi kelas X B tersebut baru berusia 16 tahun. Meski masih muda, Adlina telah menekuni kegiatan Paskibraka sejak 2025.
Latihan yang dijalani secara rutin menjadi bagian penting dalam prosesnya menembus seleksi hingga tingkat nasional. Dari kegiatan tersebut, ia belajar mengenai kedisiplinan, ketahanan fisik, tanggung jawab, dan kerja sama.
Di lingkungan madrasah dan pesantren, Adlina dikenal sebagai sosok yang sederhana dan cenderung pendiam. Ia juga dikenal santun, rajin, serta mampu membagi waktu antara pendidikan dan berbagai kegiatan.
Tetap aktif dalam tradisi keagamaan
Di tengah kesibukannya berlatih Paskibraka, Adlina tetap menjalani aktivitas keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan di pesantren.
Ia aktif mengikuti kegiatan maulid dan rudat, kesenian bernuansa Islam yang berkembang di lingkungan pendidikan dan masyarakat setempat.
Perjalanan pendidikan Adlina juga berlangsung di lembaga pendidikan berbasis Islam. Ia sebelumnya bersekolah di MI Darussalam Martapura, kemudian melanjutkan ke SMP Hidayatullah Martapura sebelum masuk MA Pesantren Hidayatullah Martapura.
Selain belajar dan berlatih Paskibraka, Adlina memiliki sejumlah aktivitas lain. Ia gemar membaca dan bermain badminton.
Beragam kegiatan tersebut membuat kesehariannya tidak hanya diisi dengan latihan baris-berbaris, tetapi juga kegiatan yang mendukung kemampuan akademik, kebugaran, dan pengembangan diri.
Didukung keluarga
Perjalanan Adlina hingga menjadi Paskibraka nasional juga tidak lepas dari dukungan keluarga.
Ia merupakan putri dari H. Ahmad Yamani, pensiunan dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan Hj. Siti Hasanah, S.Pd., yang berprofesi sebagai guru Kimia.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membantu Adlina menjalani berbagai tahapan pendidikan dan seleksi Paskibraka.
Ingin melanjutkan pendidikan ke IPDN
Menjadi anggota Paskibraka nasional bukan menjadi tujuan akhir bagi Adlina.
Setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah, ia memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Keinginan tersebut dinilai sejalan dengan pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti Paskibraka. Kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian menjadi nilai yang mulai ditempa sejak mengikuti kegiatan tersebut.
Kini, Adlina membawa nama Kalimantan Selatan dan madrasahnya ke panggung nasional.
Kisahnya menunjukkan bahwa pendidikan di madrasah dan kehidupan sebagai santriwati dapat berjalan beriringan dengan prestasi di bidang lain, termasuk menjadi anggota Paskibraka nasional.
Dari rutinitas belajar, kegiatan keagamaan, dan latihan Paskibraka di Martapura, langkah Adlina kini berlanjut ke tingkat nasional untuk menjalankan amanah sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026. (Hero)