Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia, Tantowi Yahya Menggelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

0

Tabloidseleberita, – Misi Diplomasi Budaya Indonesia ke Tiga Negara Eropa yang di inisiasi Tantowi Yahya bertema Strings of Equator : A Musical Journey to Indonesia, konser music sekaligus misi memperkenalkan pariwisata Indonesia akan hadir di Norwegia, Spanyol, dan Belanda pada Agustus – September 2026, Misi ini didukung oleh  Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), dan Yayasan Kesetiakawanan dan Keadilan Sosial.

Dalam acara jumpa pers sebelum keberangkatan menuju Oslo Norwegia Rabu , 10 Agustus 2026  di Music Lounge, Plaza Senayan, Jakarta. Tahtowi Yahya menjelaskan tema konser keliling eropa kali ini yang bertajuk “A Musical Journey to Indonesia” merupakan sebuah pertunjukan yang mengajak penonton melakukan perjalanan musikal dari Sabang hingga Merauke melalui lagu-lagu daerah Indonesia yang akan di bawakan Bersama Thomshell Band

Tantowi Yahya Menggelar Konser di Sejumlah Negara Eropa

Lagu-lagu tersebut tidak sekadar ditampilkan sebagai hiburan, tetapi telah diaransemen sedemikian rupa untuk memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus jejak berbagai pengaruh musik asing yang kemudian berakulturasi dengan tradisi lokal.

“ Di antara rangkaian lagu, penonton akan diajak memahami kehebatan, keistimewaan, dan keunikan Indonesia melalui storytelling mengenai pariwisata, kebudayaan, hingga peluang investasi “ jelasnya

Dengan pengalaman sebagai diplomat, duta besar, dan politikus, Tantowi Yahya akan menjadi narator pertunjukan, menggunakan kemampuan berbicara di depan publik untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

“Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi juga destinasi wisata dan investasi yang menjanjikan” ungkapnya

Pertunjukan berdurasi sekitar satu jam ini diharapkan menjadi bentuk soft diplomacy yang mampu membangun persepsi positif terhadap Indonesia. Melalui musik dan cerita, penonton diajak melihat Indonesia dari perspektif yang lebih luas—bukan hanya sebagai negara kepulauan dengan keragaman budaya, tetapi juga sebagai negara yang memiliki peluang ekonomi dan investasi besar.

Salah satu yang akan diperkenalkan adalah peluang Indonesia sebagai pusat keuangan internasional, termasuk pengembangan International Financial Centre di Jakarta dan Bali.

Pada akhirnya, A Musical Journey to Indonesia ingin menjual Indonesia dengan cara yang berbeda: bukan melalui promosi formal semata, melainkan melalui kekuatan musik, cerita, budaya, dan pengalaman langsung.

“ Dari Sabang sampai Merauke, dari lagu daerah hingga cerita tentang masa depan Indonesia—musik menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia” Jelasnya

Menteri Kebudayaan Apresiasi Strings of Equator sebagai Diplomasi Budaya Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi inisiatif  Tantowi Yahya melalui program Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia yang dinilai menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Menurutnya, kegiatan yang membawa musik dan ekspresi budaya Indonesia ke berbagai negara tersebut sejalan dengan amanat konstitusi mengenai pemajuan kebudayaan nasional.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas inisiatif Mas Tantowi Yahya yang selalu menjadi duta budaya kita. Selain duta besar Republik Indonesia, beliau juga duta budaya bangsa,” ujar Menteri Kebudayaan dalam sambutannya

Fadli Zon menilai latar belakang Tantowi Yahya sebagai penyanyi dan musisi menjadi modal penting dalam menjalankan misi diplomasi kebudayaan. Program Strings of Equator juga disebut sejalan dengan misi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan nasional.

Menteri Kebudayaan mengingatkan bahwa Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

“Jadi apa yang dilakukan oleh Mas Tantowi Yahya dan kawan-kawan adalah memajukan, memperkenalkan, mempromosikan, dan bagian dari diplomasi kebudayaan kita,” katanya.

Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan beragam, yang kerap disebut sebagai mega cultural diversity atau mega diversity. Kekayaan tersebut tercermin dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Rote.

Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia tidak hanya terbatas pada seni. Terdapat sejumlah objek pemajuan kebudayaan yang mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, olahraga tradisional, teknologi tradisional, serta seni.

“Budaya kita ini kaya. Saya selalu menyebutnya sebagai mega cultural diversity atau mega diversity,” ujarnya.

Ia juga menilai program tersebut memiliki nilai strategis karena membawa ekspresi budaya Indonesia ke ruang internasional.

Menteri Kebudayaan mengatakan kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan visibilitas Indonesia di tingkat global. Menurutnya, masih banyak masyarakat internasional yang belum mengenal secara utuh kekayaan budaya Indonesia.

“Indonesia harus visible di dunia internasional. Banyak yang tidak tahu Indonesia karena kita kurang mempromosikan ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa diplomasi kebudayaan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemajuan kebudayaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, komunitas, pelaku seni, serta masyarakat.

“Inilah kolaborasi semua pihak dari pemerintah pusat, semua kementerian lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten, kota, komunitas-komunitas dan individu-individu yang peduli pada pemajuan budaya,” katanya.

Menteri Kebudayaan berharap perjalanan Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia dapat berlangsung lancar dan tidak sekadar memberikan hiburan, tetapi juga membawa pesan mengenai kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Ia menilai dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor dan komunitas, menjadi bukti bahwa diplomasi budaya dapat dilakukan melalui semangat gotong royong.

“Selain menghibur, tapi membawa pesan tentang budaya Indonesia yang kaya. Ini menjadikan Indonesia visibilitas kita,” pungkasnya. (AA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.