ParaSuami Rilis Single Perdana “JAMED”, Angkat Keresahan soal Kondisi Sosial

0

JAKARTA, TabloidSeleberita.com – Grup musik ParaSuami resmi memperkenalkan diri lewat single perdana berjudul “JAMED (Jaman Edan)”.

Band yang diperkuat sejumlah mantan personel Funky Kopral tersebut mengangkat isu sosial sebagai tema utama dalam lagu perdananya.

“JAMED” merupakan singkatan dari “Jaman Edan”. Judul tersebut dipilih untuk menggambarkan keresahan para personel terhadap sejumlah kondisi yang mereka lihat di tengah masyarakat.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah perilaku pejabat yang dinilai tidak menjalankan amanah maupun memenuhi janji yang disampaikan kepada masyarakat saat kampanye.

“Makna dari lagu JAMED itu sendiri memang relate dengan kondisi saat ini, di mana banyak pejabat yang tidak amanah atau tidak sesuai dengan janji-janji saat mereka kampanye atau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat,” ujar ParaSuami.

Keresahan tersebut kemudian dituangkan ke dalam lirik dan musik sebagai bentuk ekspresi mereka terhadap kondisi sosial.

Dibentuk oleh Musisi Berpengalaman

Meski baru menggunakan nama ParaSuami, para personelnya bukan nama baru di industri musik Indonesia.
Sejumlah personel sebelumnya pernah memperkuat Funky Kopral. Mereka juga telah cukup lama bermain musik bersama sebelum membentuk ParaSuami.
Pengalaman tersebut membuat proses membangun chemistry dalam grup relatif tidak menemui kendala berarti.
“Untuk tantangannya hampir tidak ada, karena kami memang sudah sering main bareng sebelum membentuk brand baru yaitu ParaSuami,” kata mereka.

Menurut ParaSuami, pembentukan grup tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya-karya yang telah dibuat para personelnya sebelum proyek ini terbentuk.

“Alasan terbentuknya ParaSuami adalah agar para pecinta musik Indonesia bisa mendengarkan karya-karya yang sudah kami buat jauh sebelum project ini terbentuk,” ujar mereka.

Tidak Batasi Genre Musik

Dalam mengembangkan musik, ParaSuami tidak menetapkan satu warna atau formula tertentu.

Mereka memilih memainkan musik yang sesuai dengan selera para personel dan menyesuaikannya dengan tema lagu yang dibuat.

“Secara musikalitas, kami memainkan apa yang kami suka dengan menyesuaikan tema dari isi lagunya,” kata ParaSuami.

Pendekatan tersebut membuat grup ini membuka kemungkinan untuk mengeksplorasi berbagai warna musik dalam karya berikutnya.

Digawangi Wisnu Pamungkas dan Fajarudin

“JAMED (Jaman Edan)” merupakan hasil kolaborasi Wisnu Pamungkas dan Fajarudin atau Fajar Gimbot.

Wisnu Pamungkas bertanggung jawab atas penciptaan musik, sedangkan lirik lagu ditulis oleh Fajarudin.

Aransemen lagu dikerjakan Wisnu Pamungkas bersama Robbi Wibowo dan Arif Handoko.

Sementara itu, posisi produser diisi Bayu Randu dan Robbi Wibowo, dengan Wisnu Pamungkas sebagai co-producer serta Bayu Randu sebagai executive producer.

Beradaptasi dengan Perkembangan Industri Musik

ParaSuami juga melihat adanya perubahan dalam industri musik Indonesia sejak era 1990-an.

Perkembangan teknologi digital, terutama dalam proses produksi dan rekaman, membuat musisi memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan masa ketika teknologi analog masih dominan.

“Perkembangan musik saat ini memang jauh berbeda, mulai dari proses recording yang sekarang jauh lebih mudah dibanding era 90-an yang masih analog. Kami mencoba mengikuti apa yang terjadi di era saat ini agar tetap eksis dan terus beradaptasi,” ujar mereka.

Siapkan Single Baru dan Mini Album

Setelah merilis “JAMED”, ParaSuami berencana melanjutkan perjalanan bermusik dengan menyiapkan single berikutnya.

Mereka juga tengah merencanakan perilisan sebuah mini album.

“JAMED menjadi awal bagi ParaSuami untuk memberitahu kepada pecinta musik Indonesia bahwa kami akan terus menyuarakan isi hati kami dan mengekspresikannya dalam bentuk karya musik,” kata mereka.

“Rencana ke depan bakal ada single berikutnya dan kami akan merilis mini album. Semoga semuanya lancar dan terlaksana tanpa hambatan.”

Dengan “JAMED (Jaman Edan)”, ParaSuami menjadikan karya musik sebagai medium untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap berbagai persoalan sosial sekaligus memperkenalkan identitas baru di industri musik Indonesia. (Hero)

Leave A Reply

Your email address will not be published.