Bogor, tabloidseleberita – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Gedung Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama di Ciawi, Bogor. Gedung ini mampu mencetak hingga dua juta mushaf Al-Qur’an per tahun, sekaligus menjadi pusat literasi Al-Qur’an yang modern.
“Tempat ini bukan hanya percetakan, tetapi juga pusat pendalaman Al-Qur’an. Ada perpustakaan, ruang konferensi, hingga wisata spiritual yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Nasaruddin saat peresmian.
Ia mengungkapkan kebanggaannya atas capaian ini, karena mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga dan menghormati kitab suci umat Islam. Sebelumnya, percetakan Al-Qur’an di Indonesia hanya mampu memproduksi 200 eksemplar per tahun.
Nasaruddin juga menekankan pentingnya etika dalam mencetak kitab suci. Ia berharap semua kitab suci dari berbagai agama di Indonesia diperlakukan dengan penuh penghormatan. Bahkan, ia mengusulkan agar gedung ini juga mencetak kitab-kitab suci agama lain sebagai simbol toleransi dan persatuan bangsa.
“Keberagaman agama harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Dengan adanya gedung ini, kita harap dapat mencetak dan memelihara kitab suci dengan lebih baik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa proyek senilai Rp239 miliar ini mulai dibangun pada 2023 dan rampung dalam dua tahun. Kapasitas cetak gedung ini meningkat signifikan dari 250 ribu menjadi 2 juta eksemplar per tahun.
Dengan konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, Museum), Gedung PLKI dirancang sebagai ikon wisata religi modern. Fasilitasnya meliputi galeri mushaf, ruang diskusi, seminar, serta mini teater digital. Mesin cetak canggih asal Jerman memastikan kualitas mushaf Al-Qur’an setara dengan produksi di Madinah dan Iran.
“Kami juga mulai mencetak mushaf Al-Qur’an Braille untuk disabilitas netra serta mushaf isyarat untuk disabilitas rungu-wicara. Ini adalah langkah nyata mendukung inklusi dan kebangkitan literasi Islam Nusantara,” jelas Kamaruddin.
Ia optimistis, UPQ akan menjadi sumber pendapatan Kemenag sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mempromosikan Islam moderat di tingkat global.
Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat, termasuk anggota DPR RI Komisi VIII, perwakilan Bappenas, dan Bupati/Walikota Bogor.
Athaullah