TabloidSeleberita – Jakarta, 25 Agustus 2025 – Dunia perfilman horor Indonesia kembali kedatangan karya baru berjudul Lintrik: Ketika Hati Dipasung. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 September 2025, diproduksi oleh Prama Gatra Film dan digarap oleh sutradara Irham Acho Bahtiar.
Film ini mengangkat kisah kelam tentang ilmu pelet tradisional yang dikenal sangat ampuh sekaligus berbahaya, dengan sentuhan budaya mistis Jawa Timur. Ceritanya berfokus pada obsesi cinta yang berujung pada tragedi.
Tokoh utama film ini adalah Sari (diperankan oleh Karina Icha), seorang wanita yang ingin merebut kembali cinta pertamanya, Rendy (Akbar Nasdar). Namun, Rendy kini sudah menjadi pengusaha sukses sekaligus suami dari Nilam (Fannita Posumah), yang tak lain adalah sahabat Sari sendiri.
Dikuasai oleh ambisi dan keputusasaan, Sari memilih jalan terlarang: menggunakan ilmu pelet Lintrik. Ia kemudian meminta bantuan seorang dukun wanita misterius (diperankan oleh Yatti Surachman).
Namun, pertemuan itu justru membuka banyak rahasia kelam yang tak pernah ia bayangkan. Rangkaian peristiwa mengerikan pun terjadi, mengubah hidup Sari selamanya.
Film ini menghadirkan deretan aktor dan aktris berbakat Indonesia, antara lain:
• Karina Icha
• Meisya Amira
• Yatti Surachman
• Donny Damara
• Akbar Nasdar
• Teguh Ryder
• Fannita Posumah
Istilah Lintrik tidak berasal dari kata baku dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah tertentu. Kata ini lebih dikenal sebagai sebutan spesifik untuk ilmu pelet tradisional dari daerah Jawa Timur, terutama Tulungagung dan Blitar.
Konon, ritual Lintrik menggunakan media kartu domino atau gaple sebagai sarana praktiknya. Dari situlah istilah ini berkembang menjadi sebuah nama mistis yang lekat dengan cerita-cerita horor lokal.
Dengan menggabungkan unsur budaya, mistisisme Jawa, dan drama percintaan penuh obsesi, film Lintrik: Ketika Hati Dipasung siap menjadi tontonan horor yang menegangkan sekaligus sarat makna.
Bagi penikmat film horor lokal, kisah ini tidak hanya menyajikan jumpscare, tetapi juga menggali mitos dan kepercayaan masyarakat Jawa Timur tentang pelet yang hingga kini masih dipercayai sebagian orang. (Hero)