Konser Hari Musik Nasional 2024: Guyupnya Musisi Indonesia Demi Kemajuan Industri Musik
TabloidSeleberita – Jakarta, 16 Maret 2025 – Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret kembali dirayakan dengan semangat kebersamaan. Pada 16 Maret 2025, PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) menggelar konser spesial yang menghadirkan musisi lintas genre dan generasi. Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum silaturahmi dan refleksi terhadap kondisi industri musik tanah air.
Ketua Umum PAPPRI, Tony Wenas, menegaskan bahwa Hari Musik Nasional memiliki makna penting dalam perjalanan musik Indonesia. “Tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional karena bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya,” ungkapnya. Peringatan tahun ini juga semakin istimewa dengan peluncuran piringan hitam yang berisi berbagai versi lagu kebangsaan tersebut.
Konser perayaan ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, serta musisi legendaris seperti Titi Puspa. Beragam genre musik ditampilkan, mulai dari keroncong, country, rock, hingga pop, menunjukkan keberagaman musik Indonesia yang kaya.
“Acara ini menegaskan bahwa musik Indonesia tidak hanya harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional,” tambah Tony Wenas. Dengan potensi besar dari talenta musisi hingga kekayaan alat musik tradisional, Indonesia memiliki keunggulan yang harus dimaksimalkan.
Perbincangan dalam acara ini juga menyinggung tantangan industri musik, termasuk isu royalti yang belakangan menjadi perdebatan hangat. Tony Wenas menegaskan bahwa perbedaan pandangan harus disikapi dengan kebersamaan. “Tagline acara ini adalah ‘Salam Musik Indonesia, Kita Semua Satu’. Artinya, perbedaan itu wajar, tetapi yang utama adalah bagaimana musik Indonesia bisa terus berkembang,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung kesejahteraan musisi dan pencipta lagu. Meski mekanisme royalti telah berjalan dengan adanya LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), masih banyak tantangan dalam implementasi di lapangan.
“Banyak tempat usaha yang seharusnya membayar royalti, tetapi masih belum melakukannya. Ini yang perlu terus kita benahi bersama,” ungkapnya.
Tony Wenas mengungkapkan bahwa industri musik Indonesia membutuhkan strategi jangka panjang yang lebih terencana. Ia mencontohkan bagaimana Korea Selatan sukses mengembangkan K-Pop dengan dukungan pemerintah, parlemen, dan industri pariwisata.
“Indonesia bisa melakukan hal yang sama. Kita punya sumber daya yang melimpah. Yang dibutuhkan adalah integrasi antara semua pihak untuk membangun ekosistem industri musik yang lebih kuat,” tegasnya.
Konser Hari Musik Nasional 2024 bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat solidaritas antar musisi serta mendorong ekosistem musik yang lebih baik. Dengan semangat persatuan dan strategi yang matang, musik Indonesia berpotensi untuk terus berkembang dan meraih panggung dunia.
Salam Musik Indonesia, Kita Semua Satu!
(Hero)