Kolaborasi Artistik Sal Priadi dan Sutradara Edwin Hidupkan Lagu “Nyala” Lewat Video Musik Penuh Makna di Memomemoria 2025
TabloidSeleberita – Jakarta, 16 Oktober 2025 — Dalam rangka merayakan lima tahun perjalanan album debutnya “Berhati”, musisi dan penulis lagu Sal Priadi meluncurkan festival multidisiplin bertajuk Memomemoria 2025, yang digelar pada 24–26 Oktober 2025 di PFN Heritage, Jakarta Timur. Salah satu momen istimewa dari rangkaian acara ini adalah perilisan video musik lagu “Nyala”, yang digarap oleh sutradara peraih berbagai penghargaan, Edwin.
Kolaborasi ini menjadi bentuk eksplorasi baru antara dua seniman lintas medium yang sama-sama dikenal memiliki sensitivitas tinggi terhadap narasi dan emosi. Lagu “Nyala”, salah satu trek paling menonjol dalam album “Berhati” (2020), kini mendapatkan interpretasi visual yang segar dan personal melalui sentuhan sinematik Edwin — sutradara di balik film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (2021) yang juga memperkenalkan Sal ke dunia akting.
Edwin mengaku menempuh proses panjang untuk memahami energi yang dikandung lagu “Nyala”. Ia mendengarkan lagu tersebut dalam berbagai suasana, mulai dari pagi hari hingga di tengah hiruk pikuk jalanan, demi menemukan rasa yang paling jujur untuk diterjemahkan ke dalam visual. “Saya ingin merespons musik yang ditawarkan ‘Nyala’ dengan tidak terburu-buru,” ujarnya. Proses kreatif ini memakan waktu hampir dua bulan hingga akhirnya menemukan bentuk final yang utuh.

Video musik “Nyala” mengangkat tema kenangan masa kecil dan energi spontan yang lahir dari rasa kebebasan, kegilaan, dan pemberontakan terhadap kebosanan. Edwin menjelaskan bahwa kisah dalam video ini mencerminkan suasana yang muncul di tengah kekacauan — keos yang lahir dari energi masa kecil yang terlupakan.
Selain itu, sang sutradara juga memberi perhatian khusus pada kata “cemburu”, yang menurutnya menjadi elemen emosional penting dalam lirik “Nyala”. Ia menafsirkan cemburu bukan sekadar perasaan romantis, tetapi juga bentuk ekspresi atas ketidakadilan dan keinginan untuk mempertanyakan keadilan itu sendiri.
“Cemburu yang melelahkan,” kata Edwin, menggambarkan emosi kompleks yang ia tuangkan ke dalam visual video musik ini.
Sementara itu, Sal Priadi berharap video musik “Nyala” dapat memberikan pengalaman baru bagi para pendengar dan penonton. “Aku nggak perlu menambah penjelasan panjang soal video ini. Semoga bisa diterima dan menjadi undangan untuk datang ke Memomemoria 2025 di akhir Oktober nanti,” ungkapnya.
Festival Memomemoria 2025 menjadi wujud perayaan perjalanan panjang album “Berhati”, yang hingga kini telah diputar lebih dari 350 juta kali di berbagai platform musik digital. Video musik “Nyala” sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Sal Priadi, sementara tiket Memomemoria 2025 masih tersedia di www.memomemoria.com. (Hero)